Logo Babel

Berita

Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar

Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar
Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar

Pangkalpinang – Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menggelar acara berbuka puasa bersama anak yatim piatu, Minggu (12/6/2016). Sebanyak 75...

Wagub: Sebagai Manusia Harus Sabar

Evani

Diskominfo Babel

9 tahun yang lalu

Pangkalpinang – Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menggelar acara berbuka puasa bersama anak yatim piatu, Minggu (12/6/2016). Sebanyak 75 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Baiturrahmah, Panti Asuhan Nur Rahmah dan Panti Asuhan Al Ikhlas memenuhi kediaman wagub di Kampak, Pangkalpinang.

Tak hanya anak yatim piatu, sebab masyarakat, pegawai maupun pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berdatangan. Berlangsungnya kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silahturrahim antara sesama. Wagub bangga karena undangan bisa hadir, sebab untuk saat ini belum banyak masyarakat mudik lebaran.

Saat menjamu undangan, Wagub berpesan, sebagai umat manusia harus dapat bersabar menjalani semua cobaan apapun dari sang maha pencipta. Selama bulan Ramadan ini, hendaknya bisa menjalankan ibadah secara khusuk. Selain itu doakan pemimpin, sebab pemimpin membutuhkan doa masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan amanah.

"Pemimpin bijak adalah pemimpin yang tidak dendam dan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama," jelasnya. Selain berbuka puasa bersama, Wagub bersama isteri juga menyantuni 75 anak yatim piatu serta sholat magrib, isya dan tarawih berjamaah. Bertindak sebagai imam sholat Magrib ustad Kamaruddin, sedangkan sholat isya dan tarawih dipimpin ustad Rizal.

Sebelumnya, saat menyampaikan ceramah agama ustad Rizal menjelaskan mengenai indahnya berbagi antar sesama. Diharapkan selama bulan suci Ramadan sesama umat manusia mampu berbagi, baik ilmu maupun sedekah. Masyarakat mampu menyantuni masyarakat kurang mampu, sehingga semua umat khusuk menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.

Ustad atau pemuka agama belum bisa dikatakan sukses jika hanya mengajarkan orang yang ada di masjid. Ia menegaskan, karena jihad sesungguhnya jika mampu mengajarkan agama kepada orang-orang yang masuk dalam golongan wanita tuna susila dan preman. Sebab semua umat sudah seharusnya berada di jalan Allah.

“Kita harus berbahagia menghadapi bulan suci Ramadan, walaupun saat ini kondisi ekonomi sedang sulit. Sebagai umat-Nya harus selalu bersyukur dan berdoa kepada sang pencipta,” tegasnya.

Sumber
Diskominfo Babel
Penulis
Evani
Editor
Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer
Nona Dian Pratiwi