Berita
Tunda Pernikahan Usia Muda!
Belimbing – Menunda pernikahan usia muda menjadi salah satu cara menekan ledakan jumlah penduduk. Pasalnya jumlah penduduk Indonesia kategori usia remaja saat...
Tunda Pernikahan Usia Muda!
Surianto
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
Belimbing – Menunda pernikahan usia muda menjadi salah satu cara menekan ledakan jumlah penduduk. Pasalnya jumlah penduduk Indonesia kategori usia remaja saat ini sangat besar. Data angka kelahiran di Bangka Belitung menunjukan peningkatan dan tingginya angka kehamilan terjadi pada kelompok pasangan usia subur (PUS). Sedangkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) hanya sekitar tujuh persen.
Sahirman Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, semua pihak agar tidak melakukan pernikahan di usia muda dan hendaknya merencanakan pernikahan, kehamilan dengan baik. Sehingga tidak terjadi ledakan jumlah penduduk. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), program KB dengan cara modern mengalami peningkatan.
“SDKI KB cara modern tahun 2007sekitar 64,7 persen menjadi 65,3 persen pada 2012. Unmet need mengalami kenaikan dari 3,2 menjadi 7,1 persen. Peningkatan ini ternyata tidak dapat menurunkan angka kelahiran total,” kata Sahirman saat acara Fasilitasi KB Muspida di Kampung KB Desa Belimbing, Lubuk Besar Bangka Tengah, Kamis (2/6/2016).
Pemerintah harus menurunkan Total Fertility Rate (TFR) dari 2,6 menjadi 2,39 pada tahun 2016. Ia menambahkan, pemerintah dan Forkompinda harus bersinergi guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan keluarga akan pentingnya KB. Terutama dalam upaya mewujudkan kekuarga kecil, bahagia dan sejahtera serta meningkatkan pelayanan KB.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi berimplikasi pada semakin beratnya beban pemerintah dalam penyediaan pangan, perumahan, kesehatan, sarana pendidikan dan lapangan kerja. Program KB harus terus digalakkan, seiring pembangunan keluarga untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas SDM.
“Seluruh keluarga harus ikut memperjuangkan agar tercipta generasi sehat, cerdas dan berkualitas. Anak-anak yang didik dari keluarga harmonis menghasilkan anak-anak cerdas, berkualitas dan berakhlak baik. Mari jadikan keluarga kita keluarga yang ramah anak dan lingkungan," ajak Sahirman.
Sebelumnya Ibnu Saleh Wakil Bupati Bangka Tengah mengatakan, masalah kependudukan ini merupakan isu sangat luas dan perlu dukungan lintas sektoral. Sehingga dapat mengintegrasikan aspek kependudukan ke dalam kebijakan. Penduduk sebagai modal dasar pembangunan serta menjadi titik sentral pembangunan berkelanjutan. Untuk itu peningkatan kualitas penduduk juga sangat penting.
“Untuk mewujudkan ini butuh peran serta orangtua. Karena orangtua bukan hanya melahirkan, namun dituntut mampu memberikan pendidikan, melindungi, menyanyangi serta memberikan contoh teladan bagi anak agar tidak mencari kebahagian di luar," tambah Ibnu.
Revitalisasi Program
Sumini Yuliastuti Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (BPPKBPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, fasiltasi KB muspida bertujuan meningkatkan komitmen, kepedulian pemda dalam mewujudkan dan menyukseskan revitalisasi program KB. Melalui KB muspida, pemerintah berkomitmen meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya KB.
“Penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat peserta KB melalui KB MKJP. Kampung KB dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti daerah terpencil dan akses kesehatan yang jauh dari kota. Ini wujud komitmen pemerintah memberikan kemudahan akses dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil," jelas Sumini.
Sementara Romiyati (29) warga Desa Belimbing mengatakan, pemerintah telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya KB. Pemerintah juga menyiapkan ruang konsultasi di desa terkait pemilihan dan pelayanan KB.
"Saya sudah ikut program KB selama enam bulan ini. Saya senang ikut KB. Saya pilih IUD, karena lebih nyaman menggunakannya dari pada alat KB lain," ucap ibu tiga anak ini.
ID
EN