Berita
Tiga plus Dua ala Menteri Andrinof
TANJUNGPANDAN - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrenbangreg) Wilayah Sumatera resmi berlangsung setelah dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan...
Tiga plus Dua ala Menteri Andrinof
Ismail
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
TANJUNGPANDAN - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrenbangreg) Wilayah Sumatera resmi berlangsung setelah dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago pada Sabtu (13/12/2014) di Gedung Serbaguna Tanjungpandan, Belitung. Didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi dan Bupati Belitung Sahani Saleh, Menteri PPN melakukan pemukulan gong sebanyak lima kali. Tampak hadir Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kapolda Babel Gatot Subiyaktoro, bupati/walikota se Babel, pejabat eselon Kementerian PPN dan Kementerian Pariwisata, sejumlah kepala SKPD Pemerintah Provinsi Kepulauab Bangka Belitung serta para kepala Bappeda se Sumatera. Dalam sambutan yang berlangsung selama satu jam, Menteri Andrinof memaparkan kondisi pembangunan dan berbagai rencana lima tahun mendatang. Menurut dia, pembangunan dianggap tidak berhasil apabila kualitas hidup masyarakatnya merosot. Oleh karena itu dibutuhkan pola dan model berdasarkan skala prioritas setelah melalui proses perumusan relatif panjang. Dan model itu dilontarkan dalam musrenbangreg guna menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang akan membahas potensi dan sasaran-sasaran pembangunan sektoral. "Prioritas kita secara sektoral adalah tiga plus dua, meningkatkan produksi pangan dalam negeri, pemanfaatan sumberdaya maritim dan kelautan, serta peningkatan produksi energi. Ditambah dua prioritas yaitu penguatan kembali industri dan peningkatan pembangunan sektor pariwisata," cetus Andrinof. Dipaparkan, perumusan model prioritas tiga plus dua didasarkan pada kondisi yang terjadi di Indonesia selama ini. Dia mencontohkan menurunnya produksi pangan yang mengakibatkan keterpaksaan menerima pangan impor. Begitu pula dengan potensi Indonesia sebagai negara bahari dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia namun tidak optimal dimanfaatkan. Hal yang sama terjadi pada pengelolaan sumber energi yang dinilai lebih menguntungkan negara lain sebagai pembeli bahan mentah dari dalam negeri. "Padahal kita tidak kekurangan energi, kita bisa surplus dalam produksi listrik. Deposit energi diswdot dan dikirim ke negara lain dan ikut membantu meningkatkan daya saing mereka. Yang keliru adalah cara berpikir kita dan inisiatif dalam bertindak," sebutnya. Menyinggung dua prioritas tambahan, Menteri PPN menguraikan bahwa suatu negara mengalami kemajuan ekonomi ditandai oleh besar kecilnya peranan sektor industri. Share-nya secara nasional tidak bisa memacu perdagangan dan jasa kalau industrinya melemah. Terakhir Andrinof menitikberatkan penilaian pada potensi pariwisata yang dimiliki seluruh daerah, tersebar dari puncak gunung, lembah-lembah hingga ke dasar laut. Tapi potensi itu baru bisa mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 8 juta orang, kalah jauh dibandingkan Malaysia, Singapura dan Thailand yang rata-rata dikunjungi belasan hingga 20an juta turis asing. "Pencapaian secara riil sangat kecil. Karenanya kita mematok proyeksi pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai tujuh persen atau lebih dengan potensi-potensi yang saya sebutkan tadi," papar Andrinof. Dia menambahkan, selain rencana formulasi tiga plus dua, Bappenas juga meletakkan prioritas berdasaekan kewilayahan melalui langkah percepatan pembangunan kawasan pedesaan, wilayah perbatasan, pinggiran dan luar Pulau Jawa. Ini dimaksudkan agar pembangunan berjalan dan tumbuh dalam keseimbangan antar wilayah. Diantaranya agenda membangun 100 kawasan industri di kabupaten/kota, pendirian science park dan techno park di wilayah provinsi bagi yang belum memiliki. Dukungan Pusat Sementara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi yang juga Ketua Forum Gubernur se wilayah Sumatera mengemukakan delapan persoalan strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Seperti peningkatan infrastruktur perhubungan, kapasitas pembangkit energi dan interkoneksi antar daerah, belum berkembangnya kawasan industri, rendahnya neraca perdagangan, belum berkembangannya kegiatan kemaritiman dan pariwisata, serta belum mantapnya pemenuhan pangan di daerah dan tingginya tingkat kerusakan lingkungan. "Beberapa isu strategis ini akan dituangkan ke dalam rencana tindak lanjut, baik yang dilakukan secara terpadu oleh provinsi se Sumatera maupun oleh masing-masing provinsi, sesuai potensi dan prioritas daerah. Untuk itu dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan," ungkap gubernur. Dikatakan, sejak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbentuk hingga saat ini cukup banyak capaian yang telah diraih. Walaupun demikian masih menyisakan persoalan-persoalan yang belum dapat diatasi, seperti minimnya pasokan energi listrik dan infrastruktur perhubungan, serta tata niaga timah. Penyelesaian masalah pokok ini diyakini dapat mengakselerasi berkembangnya sektor-sektor unggulan daerah "Kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat terutama untuk meningkatkan pasokan energi listrik, infrastruktur perhubungan laut dan udara berkelas dunia, penyempurnaan tata niaga timah agar ada tambahan pembagian royalti dari tiga persen menjadi sepuluh persen termasuk peran pemerintah dalam tata niaga timah," kata Gubernur Rustam Effendi. Harapan lainnya adalah peran pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan pariwisata melalui penetapan Bangka Belitung sebagai destinasi pariwisata nasional. Serta menjadikan kawasan Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Usai pembukaan, berlangsung dialog yang dipandu Gubernur Rustam Effendi. Menjelang makan siang, rombongan menteri diajak menikmati hidangan Bedulang di rumah adat Belitong. Selanjutnya rombongan bergerak menuju Pantai Tanjung Kelayang dan beberapa destinasi wisata lokal di Bumi Laskar Pelangi. Sore harinya sekitar pukul 16.00 Wib, rombongan bertolak kembali ke Jakarta. (ism-tim mc)
ID
EN