Logo Babel

Berita

Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!

Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!
Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!
Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!
Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!
Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!
Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!

Pangkalan Baru – Sedikitnya terdapat lima pondasi bekerja. Pondasi tersebut seiring dasar negara, yaitu Pancasila. Jika pondasi sudah dapat dilaksanakan dengan...

Tegakkan Lima Pondasi Bekerja!

Huzari

Dinas Kominfo

10 tahun yang lalu

Pangkalan Baru – Sedikitnya terdapat lima pondasi bekerja. Pondasi tersebut seiring dasar negara, yaitu Pancasila. Jika pondasi sudah dapat dilaksanakan dengan baik, dijamin aparatur bisa bekerja secara baik, aman dan jauh dari perbuatan menyimpang. Selama ini masih kurang kesadaran aparatur melaksanakan amanat yang tertuang dalam Pancasila, sehingga terjadi ‘perselingkuhan’ ketika menjalankan tugas.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan, melaksanakan tugas itu mudah. Caranya, melakukan pekerjaan sesuai amanat Pancasila. Saat aparatur menjalankan tugas harus berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa, dengan ini aparatur dapat memperkuat iman. Selain itu harus manusiawi membuat maupun melaksanakan program kerja. Tak hanya itu, dalam menjalankan tugas juga jangan melihat suku, ras dan agama. Semua diperlakukan sama agar terpelihara kesatuan dan persatuan bangsa.

“Jika ditemukan permasalahan dalam melaksanakan tugas, selesaikan secara musyawarah sesuai dengan Pancasila. Akhirnya, program diharapkan dapat memberikan rasa adil bagi masyarakat,” jelasnya saat membuka kegiatan Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan Tahun 2015, di ruang pertemuan Novotel, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (15/10/2015).

Wagub berharap kegiatan yang dimotori Inspektorat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dapat mengubah kinerja aparatur menjadi lebih baik. Sebab pengawasan sangat penting dilakukan pada setiap instansi di lingkungan pemerintahan. Selain itu pengawasan harus dilakukan secara tegas, jangan dikarenakan hubungan pertemanan membuat pengawasan menjadi lemah. Modal melaksanakan pengawasan yaitu kejujuran!

“Masih banyak orang tidak jujur menjalani kehidupan. Walaupun teman, pengawasan harus tetap tegas. Jangan biarkan teman melakukan kesalahan, dan disinilah pentingnya iman. Teman yang salah dinasehati, sehingga ke depan tidak melakukan kesalahan. Jangan sampai akibat kesalahan tersebut membuat teman harus berurusan dengan pihak Kejaksaan dan Pengadilan,” sarannya.

Inspektorat merupakan jantung dalam melaksanakan roda pembangunan. Ia menambahkan, untuk mengurusi negeri ini tidak sulit. Sebab anggaran sudah disediakan, namun ketika menggunakan anggaran harus sesuai aturan. Hubungan baik dengan rekan kerja harus dibina, pasalnya banyak surat kaleng biasanya berasal dari lingkungan kerja sendiri. Agar tidak terjerat masalah, pertanggungjawabkan penggunaan uang negara secara baik.

“Kerjakan proyek secara transparan, jangan macam-macam dengan bermain ‘api’. Kalau tidak ingin diperiksa junior, maka sebagai senior harus bekerja secara baik. Jangan bermain-main untuk mencari keuntungan, laksanakan tugas sesuai prosedur. Sebab masyarakat sekarang ini sudah cukup pintar mengawasi,” ungkapnya.

Sebelumnya Haryoso Inspektur Inspektorat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil pemeriksanaan. Sehingga dapat diketahui sejauhmana pelaksanaan rekomendasi-rekomendasi terkait temuan. Selain itu, untuk melihat upaya kepala SKPD dalam menindaklanjuti rekomendasi temuan guna meningkatkan kinerja aparatur.

Koordinasi secara intensif terus dilakukan dalam melakukan pengawasan. Menurut Haryoso, tindak lanjut rekomendasi hasil temuan merupakan indikator pelaksanaan tugas pemerintahan. Diharapkan semua pihak terkait mempunyai komitmen memperbaiki kesalahan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik. Inspektorat juga berupaya mendorong percepatan tindak lanjut hasil pemeriksanaan tahun ini.

“Kita ingin mengetahui permasalahan dan kendala serta meningkatkan kesadaran kepala SKPD menindaklanjuti rekomendasi temuan. Kegiatan ini diikuti 150 peserta terdiri dari kepala SKPD dan pejabat eselon tiga dan empat,” jelasnya.

 

Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Huzari
Editor
Fotografer
Rizky Fitrajaya