Berita
Sepakati Mandi Belimau Sebagai Ritual Kebudayaan
Kimak – Jika di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat terdapat ritual adat Perang Ketupat, masyarakat Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka memiliki...
Sepakati Mandi Belimau Sebagai Ritual Kebudayaan
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
Kimak – Jika di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat terdapat ritual adat Perang Ketupat, masyarakat Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka memiliki ritual adat Mandi Belimau. Waktu dan tujuan pelaksanaan kedua acara ini hampir sama yakni digelar menyambut bulan Ramadan dengan tujuan menbersihkan dan menyucikan diri.
Biasanya kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Limbung, Desa Jada Bahrain. Namun tahun ini, tempat pelaksanaan ritual adat Mandi Belimau dialihkan ke Dusun Lubuk Bunter, Desa Kimak, Kabupaten Bangka. Tepatnya berada di sekitar komplek pemakaman Depati Bahrain. Kendati berbeda tempat, namun rangkaian ritual yang dilaksanakan masih biasanya.
Sekitar pukul 06.30 WIB peserta napak tilas perjalanan Depati Bahrain sudah bersiap-siap di sekitar jalan raya Desa Kimak. Rute perjalanan napak tilas melalui hutan Bos Wison, kemudian menuju hutan lindung dan menyusuri Jalan Lubuk Bunter ke komplek pemakaman. Diperkirakan jarak yang harus ditempuh peserta napak tilas sekitar empat kilometer.
Berada di lokasi pemakaman sekitar pukul 08.54 WIB, dilanjutkan dengan membaca surat Yasin secara berjemaah. Usai pembacaan Yasin, kemudian melakukan pembacaan doa dan ritual tabur bunga oleh keluarga Depati Bahrain, Depati Amir serta tamu undangan. Saat pelaksanaan rangkaian ritual ini, tampak antusias warga mendekati komplek pemakaman.
Tema yang diusung dalam pelaksanaan ritual adat Mandi Belimau tahun ini, Niatkan Hati Sucikan Diri Menggapai Ramadan Berkah Illahi. Sejumlah rangkaian acara bernuasa religi juga ditampilkan seperti penampilan vokal grup anak sekolah dasar yang membawakan lagu-lagu syalawat nabi. Selain itu dilakukan pembacaan ayat suci Alquran.
Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tak ingin melewati kegiatan ini. Ia mengatakan, tradisi adat seperti ini tidak perlu dipertentangkan. Namun jadikan ini sebagai faktor penunjang bagi pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setiap daerah mempunyai karakteristik budaya berbeda-beda, tentunya ini menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Ini merupakan aset Bangka Belitung. Ritual adat Mandi Belimau dapat menambah jadwal perjalanan wisatawan. Harus kita sepakati, kegiatan ini sebagai ritual kebudayaan,” jelasnya saat menyampaikan kata sambutan, Rabu (1/6/2016).
Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung merupakan bagian provinsi ini dan sudah ditetapkan menjadi salah satu dari sepuluh destinasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Ia menjelaskan telah membentuk tim untuk memperjuangkan salah satu kawasan yang ada di Bangka juga dapat ditetapkan sebagai KEK pariwisata.
Jika sudah terdapat dua KEK pariwisata di Bangka Belitung, akan berdampak terhadap percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Namun untuk pengembangan potensi ini, Gubernur mengharapkan dukungan semua pihak. Pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupatan harus bersinergi. Sedangkan masyarakat menciptakan kondisi yang kondusif.
“Kondisi pertumbuhan perekonomian saat ini kurang menggembirakan dan ini sudah menjadi gejala internasional. Namun, walaupun harga komoditas karet dan timah kurang menguntungkan, persoalan itu jangan membuat kondisi di masyarakat menjadi tidak kondusif,” harapnya.
Sementara Rustamsyah Wakil Bupati Bangka mengharapkan agar masyarakat terus melestarikan dan menjaga ritual adat Mandi Belimau ini. Dengan potensi kebudayaan ini, hendaknya dapat menunjang pembangunan. Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pariwisata terus mendukung pelaksanaan acara ritual adat Mandi Belimau.
Lebih jauh ia mengatakan, seorang pemimpin juga merupakan manusia. Sehingga masyarakat harus terus mengingatkan pemimpin agar menjadi pemimpin yang amanah. Terutama demi meningkatkan pembangunan di daerah. Adapun dukungan pemerintah menggelar kegiatan ini agar banyak orang datang ke Desa Kimak.
“Selain masyarakat Bangka, juga ada pengunjung dari luar Bangka. Keluarga Depati Bahrain dan Depati Amir yang ada di perantauan juga hadir. Ke depan diharapkan bisa mendatangkan investor agar berinvestasi di desa ini. Sebab tujuan yang ingin dicapai masyarakat juga menjadi tujuan pemerintah,” tegasnya.
ID
EN