Logo Babel

Berita

Sektor Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar

Sektor Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar
Sektor Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar
Sektor Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar

Bangka Tengah – KA Tajuddin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meyakini sektor pariwisata dapat menjadi penyumbang...

Sektor Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar

Ernawati Arif

Disbudpar Babel

9 tahun yang lalu

Bangka Tengah – KA Tajuddin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meyakini sektor pariwisata dapat menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara. Namun dibutuhkan sinergi antara Kemenpar RI, Dinas Pariwisata dan ASITA dalam mengelola potensi pariwisata. Sehingga sektor ini menjadi primadona di Asia Tenggara.

“Dibutuhkan sinergi antara Kemenpar RI, Dinas Pariwisata dan ASITA dalam mengelola potensi pariwisata,” tegasnya saat Rapat Koordinasi dan Sinergi Promosi Pariwisata di Asia Tenggara, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, di Novotel, Bangka Tengah, Rabu (29/6/2016).

Rakor kali ini melibatkan 16 Dinas Pariwisata di Indonesia dan ASITA. Adapun isu yang dibahas yakni terkait sinergi Kemenpar RI, Dinas Pariwisata dan ASITA dalam pengelolaan program-program atau paket-paket wisata berdaya saing tinggi untuk dipasarkan di Asia Tenggara.

Sebelum rakor, Tajuddin sempat mengajak peserta melakukan city tour di Kota Pangkalpinang. Diharapkan melalui city tour dapat memberikan gambaran singkat mengenai kehidupan masyarakat Kota Pangkalpinang yang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara saat sesi pembahasan rakor, diberikan  kesempatan seluas-luasnya kepada para kepala Dinas Pariwisata untuk mengemukakan berbagai persoalan yang dianggap urgensi. Terutama terkait pengintegrasian setiap unsur sesuai tujuan rakor.

Rizki Handayani Asisten Deputi Pengembangan Pasar Pariwisata Asia Tenggara Kemenpar RI mengatakan, pertemuan ini bertujuan mematangkan program di tahun 2017. Sebab program tersebut merupakan kegiatan bersama antara Kemenpar RI, Dinas Pariwisata dan ASITA.

“Kami menantang industri pariwisata untuk membuat program atau paket wisata yang disesuaikan dengan perkembangan persaingan pariwisata di pasar Asia Tenggara,” jelasnya.

Sumber
Disbudpar Babel
Penulis
Ernawati Arif
Editor
Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer
Rafiq Elzan