Berita
Sekda: Hidroponik Alternatif Lahan Sempit
Pangkalpinang - Keterbatasan lahan di wilayah Kota Pangkalpinang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk membudidayakan tanaman secara hidroponik. Selain hemat...
Sekda: Hidroponik Alternatif Lahan Sempit
Fajrina Andini
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Pangkalpinang - Keterbatasan lahan di wilayah Kota Pangkalpinang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk membudidayakan tanaman secara hidroponik. Selain hemat lahan, hasil yang diperoleh juga sangat memuaskan.
Demikian ungkap Syahrudin Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menanggapi pertanyaan petani dari kota Pangkalpinang pada kegiatan dialog dengan petani, nelayan, stake holder dan penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan se kota Pangkalpinang di Bangka Botanical Garden (BBG), Rabu (11/11/2015).
“Ini inovasi yang baik dan harus dikembangkan oleh petani-petani di Pangkalpinang,” ungkapnya.
Syahrudin juga berjanji akan membantu persoalan-persoalan petani, nelayan dan pelaku agribisnis di Pangkalpinang. Seperti mengkoordinasikan persoalan pupuk bersubsidi, bantuan sumur bor melalui APBD Kota maupun Provinsi.
“Kami sudah pernah membangun 70 buah sumur bor, kalau memang masih kurang akan kami bangun lagi,” katanya.
Beberapa persoalan juga dialami petani dan pelaku agribsinis di Pangkalpinang. Mulyatno, ketua Kelompok Tani Pangkalpinang mengatakan bantuan pemerintah kota juga sangat diharapkan dengan meminjamkan lahan-lahan tidur kepada masyarakat. Persoalan harga pakan ternak juga dirasakan terhitung mahal oleh masyarakat.
“Kami ingin menanam coklat dilahan-lahan tidur punya pemerintah, kami ingin pemerintah membantu untuk memasarkan produk-produk pertanian kami,” harapnya.
Hal senada juga diungkapkan Widiantono Staf Ahli Walikota Pangkalpinang bidang SDM dan Masyarakat Pemerintah Kota Pangkalpinang. Widiantono mengizinkan jika ada masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan tidur milik pemerintah sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan.
“Silahkan kepada masyarakat yang ingin bercocok tanam dilahan milik pemerintah, asalkan saat pemerintah ingin menggunakan tidak akan menimbulkan persoalan,” katanya.
Lebih jauh Widyantono sangat mengapresiasikan inovasi-inovasi dari petani dan pelaku agribisnis. Pemerintah akan mendorong usaha-usaha tersebut secara maksimal.
“Kami akan bantu dengan memberikan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhannya biar semakin maju dan sejahtera,” harapnya.
Dialog Temu Lapang dan Temu Wicara ini menghadirkan 350 petani, nelayan, peternak, stake holder, KTNA, HNSI, penyuluh pertanian, peternakan, kehutanan se kota Pangkalpinang.
Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Fajrina Andini
Editor
Fotografer
Suci Lestari
ID
EN