Berita
Rustamsyah: Perlu Keseriusan Petani Meningkatkan Produksi Beras
KEMUJA – Hingga saat ini Kabupaten Bangka masih belum bisa swasembada beras. Pasalnya sekitar 25 persen kebutuhan beras masih didatangkan dari luar. Sementara...
Rustamsyah: Perlu Keseriusan Petani Meningkatkan Produksi Beras
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
KEMUJA – Hingga saat ini Kabupaten Bangka masih belum bisa swasembada beras. Pasalnya sekitar 25 persen kebutuhan beras masih didatangkan dari luar. Sementara ini hanya sekitar 75 persen kemampuan petani memenuhi kebutuhan beras di daerah tersebut. Pemda Bangka akan terus berupaya meningkatkan produksi beras sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Rustamsyah Wakil Bupati Bangka mengatakan, banyak lahan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan persawahan. Diperkirakan ada sekitar 4000 hektare yang sudah tergaraf atau sedang digaraf. Kabupaten Bangka mempunyai potensi tinggi untuk dioptimalkan menjadi kawasan persawahan di tahun mendatang. Untuk saat ini, petani yang menggaraf sawah dapat panen sebanyak dua kali setahun.
“Ada sekitar 600 hektare lahan persawahan dapat dipanen dua kali setahun. Diharapkan petani sawah terus meningkatkan produktivitasnya,” kata Rustamsyah saat Temu Lapangan/Temu Wicara bertajuk “Penyuluh Berintegritas, Cerdas Untuk Petani Mandiri di lokasi cetak sawah, Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (30/7/2016).
Penyediaan irigasi merupakan tugas pemerintah. Ia menambahkan, begitu juga dengan peralatan pertanian dan ketersedian pupuk. Jika pemerintah mempunyai dana, tentunya akan mengalokasikan dana tersebut untuk pengembangkan persawahan. Namun yang menjadi persoalan masyarakat yaitu masih kurang serius bekerja sebagai petani sawah.
“Bersawah hanya menjadi pekerjaan sampingan, bukan pekerjaan utama. Paradigma ini harus diubah, jadikan menanam padi di sawah sebagai pekerjaan utama. Lalu berkebun sawit, lada dan karet hanya sebagai pekerjaan sampingan. Minimal lahan yang akan dikembangkan ini dapat memenuhi kebutuhan beras rumah tangga,” harapnya.
M Kosim Kepala Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka mengatakan, animo masyarakat untuk menanam padi cukup besar. Hal ini dimungkinkan karena terjadinya krisis ekonomi. Lahan di Desa Kemuja yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai petak sawah ada sekitar 700 hektare. Tahun 1992 sebagian lahan tersebut atau sekitar 168 hektare sudah pernah digaraf.
Tahun ini, jelasnya, cetak sawah di Desa Kemuja seluas 308 hektare. Namun sebagian kondisi lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan persawahan belum layak digunakan. Selain itu, sarana dan prasarana untuk mengembangkan persawahan masih belum maksimal. Persoalan lain, jaringan irigasi juga belum ada, baik salurah sekunder maupun primer.
“Irigasi yang ada saat ini sudah rusak dan tindak dapat difungsikan untuk mengairi persawahan. Hal ini mengakibatkan budidaya padi belum dapat maksimal. Masyarakat petani juga membutuhkan jalan inspeksi di antara persawahan, sehingga dapat mempermudah akses masyarakat. Untuk itu, masyarakat Kemuja sangat berhadap peran serta pemerintah mencarikan solusi persoalan tersebut,” jelas Kades.
ID
EN