Logo Babel

Berita

Ramadan Sebagai Pengobat Rindu

Ramadan Sebagai Pengobat Rindu
Ramadan Sebagai Pengobat Rindu
Ramadan Sebagai Pengobat Rindu
Ramadan Sebagai Pengobat Rindu
Ramadan Sebagai Pengobat Rindu

QzLenggang – Ramadhan sebagai pengobat rindu bertemu di rumah Allah SWT. Sebab jika pada hari biasa sangat susah bertemu. Selain itu, pertemuan ini sebagai...

Ramadan Sebagai Pengobat Rindu

Fajrina Andini

Diskominfo Babel

9 tahun yang lalu

QzLenggang – Ramadhan sebagai pengobat rindu bertemu di rumah Allah SWT. Sebab jika pada hari biasa sangat susah bertemu. Selain itu, pertemuan ini sebagai sarana berkeluh kesah antara masyarakat dengan SKPD di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota tentang berbagai masalah pembangunan infrastruktur.

Demikian diungkapkan Syahrudin Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Safari Ramadan 1437 H Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Masjid Al Hikmah, Desa Lenggang Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (21/6/2016).

“Belitung dengan KEK Tanjung Kelayang dan Belitung Timur ikon Laskar Pelangi telah menjadi destinasi andalan. Tidak hanya wisata pantai, tapi wisata budaya menjadikan Pulau Belitung semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Untuk itu pemerintah pusat akan menggelontorkan dana senilai Rp18 triliun,” jelasnya.

Sementara Burhanudin Wakil Bupati Belitung Timur mengatakan, kegiatan ini dapat menyolidkan pembangunan di daerah. Beberapa persoalan di Kecamatan Gantung dapat disampaikan, misalnya mengenai pelebaran jalan provinsi dari Gantung-Simpang Pesak masih mengalami kendala. Begitu juga persoalan sumber air baku PDAM bermasalah karena beroperasinya TI apung.

“Pemda bersama Polres Beltim telah melakukan pendekatan, namun tidak diindahkan. Ke depan kami akan segera menggunakan jalur hukum untuk menindak TI apung yang masih beroperasinya. Masyarakat jangan hanya mengejar hari raya Idul Fitri saja, karena hakikat Ramadan sesungguhnya menahan dan mengendalikan diri,” jelasnya.

Kali ini rombongan Safari Ramadan mengunjungi masjid tertua di Desa Lenggang Gantung. Masjid tersebut dibangun sejak abad ke 18. Firman Triono Ketua Badan Kemakmuran Masjid Al Hikmah mengatakan, masjid ini dibangun di atas tanah wakaf Yahya yang menjabat Kepala Distrik Gantung pada zaman Belanda.

“Semula ini surau berbentuk panggung khas adat Belitung dan bermaterial kayu. karena sudah terlalu lama dibangun kami bermaksud memugar dan mengubah arah masjid agar menghadap kiblat. Perubahannya sekitar 45 derajat," jelasnya.

Biaya pemugaran diperkirakan sekitar Rp5,6 miliar. Ia menambahkan, rencananya bangunan masjid dibuat bertingkat, agar jumlah daya tampung jamaah bertambah. Masjid ini dapat digunakan wisatawan saat berkunjung ke Museum Kata. Sejak dibangun sampai saat ini bangunan masjid telah dipugar sebanyak lima kali.

“Mengingat usia bangunan sudah sangat tua dan posisinya di depan Museum Kata Andrea Hirata, Kami sangat ingin masjid ini menjadi ikon masjid di Belitung Timur dan dapat memberikan fasilitas pelayanan beribadah wisatawan, baik lokal maupun mancanegara seperti dari Eropa, Turki dan lainnya," ungkapnya.

Desain masjid nantinya mengusung sentuhan bangunan adat khas Belitung dengan paduan arsitektur modern. Firman menjelaskan, saat ini telah terkumpul dana sebesar Rp150 juta dari swadaya masyarakat. Untuk itu sangat diharapkan bantuan pemerintah provinsi. Proposal pengajuan bantuan dana sudah disiapkan dan sudah berkonsultasi dengan Biro Kesra pemprov.

“Kegiatan di masjid sangat aktif. Majelis taklim untuk bapak-bapak dan ibu-ibu dilaksanakan dua kali seminggu. Taman Pendidikan Alquran untuk anak-anak pun rutin, selain pengajian yang dilaksanakan satu kali seminggu,” ungkapnya.

Sumber
Diskominfo Babel
Penulis
Fajrina Andini
Editor
Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer
Suci Lestari