Berita
Pertumbuhan Ekonomi Menembus Angka 3,67 Persen
Pangkalpinang – Pertumbuhan ekonomi triwulan II di Bangka Belitung menembus angka 3,67 persen. Sementara triwulan sebelum hanya bertahan diangka 3, 32 persen....
Pertumbuhan Ekonomi Menembus Angka 3,67 Persen
Evani
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Pertumbuhan ekonomi triwulan II di Bangka Belitung menembus angka 3,67 persen. Sementara triwulan sebelum hanya bertahan diangka 3, 32 persen. Disinyalir perekonomian triwulan II dipengaruhi momen libur sekolah dan persiapan menjelang puasa dan Idul Fitri. Selain itu meningkatnya penyerapan anggaran belanja pemerintah.
Darwis Sitorus Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, adanya pembayaran gaji 13 dan 14 mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. kontribusi perekonomian terbesar didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 20,08 persen. Sedangkan untuk sektor industri pengolahan 19,95 persen dan sektor perdagangan sebesar 14,69 persen.
"Selain pariwisata, pertanian masih memungkinkan menunjang ekonomi di Bangka Belitung. Hampir seluruh komponen pengeluaran mengalami perubahan positif, kecuali impor luar negeri yang mengalami kontraksi pertumbuhan. Ekspor antar daerah memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 101,88 persen, diikuti ekspor luar negeri sebesar 41,15 persen,” jelas Darwis di kantornya saat konferensi pers, Jumat (5/6/2016).
Lebih jauh ia menjelaskan, perubahan inventori sebesar 13,58 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 8,73 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 3,44 persen dan pengeluaran rumah tangga 2,19 persen. Sementara impor luar negeri mengalami kontraksi -9,33 persen. Mengenai peningkatan PMTB dikarenakan telah berjalan aktivitas pembangunan.
“Penyerapan belanja modal pemerintah cukup baik. Banyak pembangunan perumahan subsidi, pembangunan konstruksi lainnya serta adanya pembukaan lahan baru dan penanaman bibit baru.Untuk mengetahui indeks tendensi konsumen, dilakukan survei 170 rumah tangga di Pangkalpinang, Belitung dan Belitung Timur dengan melibatkan koresponden di daerah tersebut,” katanya.
Terdapat tiga variabel pembentuk indeks tendensi konsumen. Ia mengatakan, dua variabel bernilai di atas 100 dan untuk pendapatan rumah tangga diberi nilai dibawah 100. Menurunnya pendapatan terjadi akibat pengaruh inflasi dan menyebabkan Bangka Belitung menjadi daerah inflasi tertinggi di Indonesia. Namun inflasi bukan berarti buruk, itu dinamika pengaruh sektor pariwisata dan kondisi penerbangan.
“Dinamika pengaruh sektor pariwisata dan kondisi penerbangan menyebabkan harga barang naik tinggi. Budaya konsumsi di Bangka Belitung masih tinggi, hal tersebut dikarenakan pengaruh pola lama saat masyarakat mempunyai pendapatan tinggi," ungkapnya.
ID
EN