Berita
Pertumbuhan Ekonomi Babel 3,93 Persen
Pangkalpinang – Secara kumulatif perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai triwulan II-2015 tumbuh 3,93 persen dibandingkan triwulan I-2015....
Pertumbuhan Ekonomi Babel 3,93 Persen
Imelda Ginting
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Secara kumulatif perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai triwulan II-2015 tumbuh 3,93 persen dibandingkan triwulan I-2015. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi beberapa faktor penunjang seperti meningkatnya kreativitas masyarakat pasca timah serta banyaknya perayaan agama selama triwulan II-2015.
Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali jasa keuangan dan asuransi yang terkontraksi -2,95 persen. Pengadaan listrik dan gas merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 17,62 persen.
“Kemudian diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 11,62 persen dan jasa pendidikan sebesar 9,07 persen. Sementara kontribusi ketiga lapangan usaha paling besar 5,18 persen yaitu lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib,” jelasnya saat jumpa pers di BPS, Rabu (5/8/2015).
Sumber utama pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2015 adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,77 persen. Ia menambahkan, selanjutnya diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Secara keseluruhan, pertumbuhan masing-masing lapangan usaha tidak ada yang menonjol yaitu di bawah satu persen.
Lebih jauh Herum mengatakan, dari sisi produksi kondisi cuaca yang relatif lebih baik, diiringi meningkatnya produksi ikan dan kelapa sawit, realisasi belanja pegawai yang meningkat signifikan, musim liburan sekolah dan adanya perayaan cengbeng mendorong meningkatnya laju pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Masih rendahnya harga jual karet dan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sebagai penopang ekonomi masyarakat setelah beralih dari usaha pertambangan dan harga jual logam timah rendah, mengakibatkan secara tahunan dan kumulatif semester I-2015 perekonomian lebih lambat. Perlambatan tersebut jika dibandingkan triwulan dan semester yang sama tahun 2014.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, jelasnya, ada momen libur sekolah dan persiapan menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu mulai lancarnya penyerapan anggaran pemerintah, mulai berjalanya pembangunan konstruksi dan adanya pembukaan lahan baru dan penanaman bibit baru, peningkatan stok barang menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri.
Peningkatan ekspor luar negeri terutama untuk komoditas timah dan karet di tengah pemberlakuan kesepakatan ekspor timah menyebabkan meningkatnya laju pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat dan dampak melemahnya perekonomian global menyebabkan secara tahunan dan kumulatif I-2015 perekonomian lebih lambat dibandingkan triwulan dan semester yang sama tahun sebelumnya.
"Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) yakni mencapai Rp15.184 miliar. Jumlah tersebut memberikan kontribusi sebesar 2,36 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera dan 0,53 persen terhadap total PDRB 33 provinsi di Indonesia," jelas Herum.
Penurunan Tidak Drastis
Menanggapi mengenai jasa keuangan dan asuransi Bayu Martanto Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung mengatakan, ini merupakan refleksi aktivitas ekonomi. Dari segi pertumbuhan, angkanya masih positif dalam hal pengucuran kredit dan non performance loans ada penurunan walaupun tidak drastis. Ini memang menjadi perhatian perbankan untuk lebih berhati hati.
Peran aktif BI untuk bisa meningkatkan konsumsi masyarakat. Ia menjelaskan, saat ini BI melakukan kebijakan relaksasi dalam hal aturan uang muka untuk perolehan kendaraan bermotor maupun properti diperkecil atau aturan pembayaran diperlonggar. Tapi belum juga mampu mendorong permintaan kredit. BI akan mengkaji beberapa variabel untuk menentukan kebijakan.
“Pertumbuhan ekonomi Babel jangka pendek tidak lepas dari pertambangan timah. Pemerintah diharapkan dapat mendongkrak harga timah untuk memperbaiki kondisi ekonomi saat ini. Jangka menengah dan panjang, diharapkan Babel menata ulang agar tidak bertumpu pada sektor pertambangan saja,” sarannya.
ID
EN