Berita
Peningkatan Ekonomi Bergerak ‘Merayap’
Pangkalpinang – Kendati ‘merayap’ terjadi pergerakan peningkatan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut ditunjukkan dengan membaiknya...
Peningkatan Ekonomi Bergerak ‘Merayap’
Huzari, Rizky Fitrajaya
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Kendati ‘merayap’ terjadi pergerakan peningkatan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut ditunjukkan dengan membaiknya angka ekspor yang menembus angka US$110,30 juta diakhir Desember tahun lalu. Angka ini bergerak meningkat signifikan mencapai 106,33 persen jika dibandingkan nilai ekspor bulan sebelumnya yang berada diangka US$53,46 juta.
Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, penyebab terjadinya peningkatan dikarenakan ekspor timah meningkat tajam 131,58 persen dengan nilai US$88,60 juta. Begitu juga dengan ekspor non timah juga mengalami peningkatan sebesar 42,79 persen dengan nilai US$21,71 juta. Timah merupakan ekspor terbesar dan memberikan kontribusi sebesar 81,71 persen dari nilai total ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Tujuan ekspor timah Junuari – Desember 2015 yaitu negara Singapura yang mencapai US$595,31 juta atau 61,17 persen dari keseluruhan ekspor timah. Kemudian diikuti negara Belanda senilai US$104,16 juta atau 10,70 persen,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (1/2/2016).
Masih terdapat beberapa negara lainnya yang juga menjadi tujuan ekspor komoditi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menjelaskan, setelah Belanda kemudian yang menempati urutan ketiga negara tujuan ekspor yaitu India dengan nilai ekspor menembus angka US$73,77 juta. Jika dihitung berdasarkan persentase, jumlah ekspor ke negara ini sekitar 7,58 persen. Selanjutnya diikuti negara Taiwan senilai US$66,02 juta, dan Jepang US$38,43 juta.
Berbicara mengenai komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar pada Januari – Desember 2015 berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit adalah golongan minyak atau lemak hewani dan nabati. Menurutnya, nilai ekspor komoditi ini menembus angka US$146,72 juta. Jumlah ini berperan 67,34 persen terhadap nilai ekspor non timah. Kemudian diikuti komoditi golongan kopi, teh dan rempah-rempah US$56,37 juta.
“Ekspor ikan dan hasil olahan ikan US$5,14 juta, berbagai produk kimia US$4,49 juta. Adapun komoditi terakhir yaitu golongan karet dan barang-barang dari karet senilai US$3,28 juta,” kata Darwis.
Angka statistik ekspor non timah selama Desember 2015 ke Pakistan mencapai US$14,02 juta. Komoditi terbesar yaitu crude palm oil. Lebih jauh ia menambahkan, selanjutnya diikuti negara Belanda dan Singapura. Nilai ekspor masing-masing negara tersebut yaitu US$3,41 juta dan US$2,09 juta. Komoditi yang diekspor ke negara tersebut sama dengan komoditi yang diekpor ke Pakistan.
“Untuk ekspor ke Jepang senilai US$1,08 juta dengan komoditas lada putih, Malaysia senilai US$0,64 dengan komoditi ikan dan hasil olahan ikan. Sedangkan pada Desember 2015, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak melakukan ekspor ke negara Vietnam dan Bangladesh,” paparnya.
ID
EN