Berita
Pengusaha Asal Korea Bidik Sektor Perkebunan
Bangka – Pengusaha asal Korea membidik sektor perkebunan. Pupuk organik produksi pengusaha tersebut dinilai dapat mengatasi persoalan penyakit kuning...
Pengusaha Asal Korea Bidik Sektor Perkebunan
Evani
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
Bangka – Pengusaha asal Korea membidik sektor perkebunan. Pupuk organik produksi pengusaha tersebut dinilai dapat mengatasi persoalan penyakit kuning lada serta dapat meningkatkan hasil panen. Sebagai langkah pembuktian, Kamis (4/8/2016) dilakukan pengujian pupuk di perkebunan lada Desa Jada Bahrin, Kabupaten Bangka.
Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pupuk yang selama ini dipakai warga berdampak buruk bagi tanaman. Sehingga menjadikan tanaman lada kerdil, menguning dan membuat hasil panen menurun. Adanya produk ini diharapkan dapat membantu menekan pengeluaran pembelian pupuk, sebab harga pupuk hanya Rp130 ribu per liter.
"Satu liter pupuk dapat dicampur air sehingga menjadi 1000 liter. Pemakaiannya mudah, karena cukup disiram. Setelah dua hari dilakukan penyiraman, lada yang semula mulai menguning sudah menghijau. Diharapkan penggunaan pupuk ini dapat membuat hasil panen berlimpah," jelas Wagub saat ditemui di Jada Bahrin, Kamis (4/8/2016).
Sementara Yang Augustine pengusaha asal Korea menjelaskan, pupuk organik ini telah digunakan masyarakat Provinsi Jawa Timur dan Bengkulu. Selain berguna sebagai pupuk tanaman, produk ini tidak berbahaya jika terminum secara langsung.
“Produk ini terbuat dari bahan alami seperti tanaman. Sekarang ini sudah digunakan masyarakat Jawa Timur dan Bengkulu,” ungkapnya.
Sangat Bagus
Hal senada diungkapkan Roni pemilik kebun lada Jada Bahrin. Ia menjelaskan, pupuk ini sangat bagus dan hemat. Setelah dua hari digunakan hasilnya sudah terlihat. Contohnya daun dan batang cabe, setelah disiram menggunakan pupuk organik langsung kembali segar. Padahal sebelumnya ujung daun cabe tersebut sudah nampak kering.
Penyakit kuning menjadi kendala bagi masyarakat petani. Menurut Sadik Kepala Desa Jada Bahrin, warga ingin permasalahan tersebut dapat diatasi. Sehingga dapat memperbaiki perekonomian, terutama perekonomian masyarakat petani lada. “Jika ujicoba pupuk ini berhasil, kita berharap Desa Jada Bahrin menjadi salah satu desa pengekspor lada dari Pulau Bangka,” harapnya.
ID
EN