Berita
Pelajar Wajib Memupuk Semangat Nasionalisme
Pangkalpinang – Lomba bahasa Indonesia dan bahasa asing tingkat nasional tahun 2016 hendaknya dapat menumbuhkan semangat nasionalisme. Pasalnya beberapa tahun...
Pelajar Wajib Memupuk Semangat Nasionalisme
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Lomba bahasa Indonesia dan bahasa asing tingkat nasional tahun 2016 hendaknya dapat menumbuhkan semangat nasionalisme. Pasalnya beberapa tahun terakhir ada sinyalemen rasa nasionalisme telah luntur tergilas zaman. Ada anggapan, jika tidak meniru gaya budaya barat tidak modern. Ini perlu diluruskan dan dikoreksi bersama.
Pernyataan tersebut ditegaskan Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat acara Lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing Tingkat Nasional tahun 2016, di SMKN 2, Pangkalpinang, Selasa (11/10/2016). “Sekarang saatnya berubah dan bangkit mewujudkan bangsa Indonesia berkepribadian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Perbedaan boleh, namun harus tetap satu kesatuan negara Indonesia. Ia menambahkan, keragaman dimiliki Indonesia bukan penghalang, tetapi kekuatan pembangunan yang harus dipupuk serta diinternalisasi. Peserta didik tidak hanya menjadi pioneer di sekolah masing-masing, melainkan harus dapat menjadi duta perekat persatuan dan motor perubahan.
“Kita berharap, anak-anak ini mampu menampilkan potensi semaksimal mungkin. Karena anak-anak ini adalah duta dan pilihan dari provinsi masing-masing,” kata Yan.
Sementara Nur Widiyani Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan, lomba ini untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Sekaligus membentuk insan cerdas, kolaboratif, komunikatif serta sebagai kader penerus dan pemimpin bangsa.
“Tema yang diusung yakni, Komunikatif, Kolaboratif dan Kompeten. Kita mengharapkan anak-anak SMK termotivasi meningkatkan kompetensi dan keterampilan berbahasa Indonesia dan bahasa asing. Sehingga kepercayaan diri anak-anak menjadi meningkat, baik dalam pergaulan tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Selain itu, jelasnya, kegiatan ini sebagai ajang mempromosikan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Tujuan lain yakni, memberikan pemahaman mengenai fungsi dan peran bahasa sebagai alat komunikasi dan pengembangan jati diri bangsa. Sebab interaksi antara peserta lomba dari seluruh penjuru nusantara dapat dilakukan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi.
Lomba ini menjadi upaya meningkatkan citra dan potensi SMK sebagai tempat diklat berkualitas. Ia menambahkan, SMK merupakan penyedian sumber daya manusia di bidang industri yang handal. Pergaulan antara peserta lomba hendaknya dapat memupuk persahabatan dan kerja sama dalam mengembangkan SMK saat sekarang dan masa mendatang.
“Bidang lomba tahun ini yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Jepang, Mandarin, Korea dan bahasa Perancis. Peserta merupakan kontingan dari 33 provinsi, sebab Provinsi Kalimatan Utara tidak mengirimkan peserta. Padahal tahun sebelumnya, Provinsi Kalimantan Utara mengirimkan dua peserta untuk mengikuti lomba bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,” paparnya.
ID
EN