Berita
Organisasi Keagamaan Berperan Menjaga Kerukunan
Pangkalan Baru – Organisasi keagamaan harus bisa menjaga kerukunan antar umat beragama. Kerukunan tersebut penting, karena jika umat beragama hidup rukun dapat...
Organisasi Keagamaan Berperan Menjaga Kerukunan
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
Pangkalan Baru – Organisasi keagamaan harus bisa menjaga kerukunan antar umat beragama. Kerukunan tersebut penting, karena jika umat beragama hidup rukun dapat menciptakan kondisi yang kondusif. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kemajuan dan perkembangan daerah. Sebab keamanan dan kondisi yang kondusif merupakan salah satu syarat untuk menarik investasi.
Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kondisi perekonomian sekarang ini kurang menggembirakan. Namun hal tersebut terjadi secara global, artinya bukan hanya menimpa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tentunya kehadiran organisasi keagamaan melalui program-programnya sangat penting guna mendukung kemajuan yang diidam-idamkan masyarakat.
“Organisasi keagamaan dapat menyumbang saran dan pikiran bagi pembangunan dan pengembangan perekonomian masyarakat. Keberadaan organisasi keagamaan juga berperan menciptakan kondisi aman dan nyaman,” kata Gubernur saat membuka Musyawarah Wilayah ke IV Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang pertemuan Hotel Soll Marina, Pangkalan Baru, Kamis (11/8/2016).
Sulit untuk mendatangkan investasi jika tidak didukung kondisi aman dan kondusif. Ia menjelaskan, organisasi keagamaan dapat berperan memberi pencerahan kepada umatnya. Jika terdapat persoalan, harus bisa disikapi dengan baik. Sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bangka Belitung sebagai tempat menguji keanekaragaman umat beragama.
Jika diibaratkan, jelasnya, Bangka Belitung merupakan miniatur Indonesia. Sebab di daerah ini terdapat umat dari berbagai agama. Kendati demikian, antara umat beragama tersebut bisa saling menghargai dan menghormati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keanekaragaman ini harus dikelola secara baik, agar dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Pelangi itu terlihat indah karena mempunyai banyak warna di dalamnya. Untuk itu, kita harus pandai mengelola keanekaragaman agar dapat merasakan keindahan tersebut. Organisasi umat beragama harus dapat menciptakan kesejukan, sehingga percepatan pembangunan yang diinginkan dapat terealisasi,” ungkapnya.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan Gubernur untuk menyinggung keadaan listrik di Bangka Belitung. Pasalnya saat acara ini berlangsung, setidaknya sudah terjadi tiga kali pemadaman aliran listrik. Menurutnya, kondisi listrik ini menjadi salah satu penghambat masuknya investasi. Namun Bangka Belitung harus bangga, karena Presiden telah melakukan percepatan mengatasi persoalan listrik tersebut.
“Nanti akan dibangun pembangkit listrik dengan kapasitas 3x25 megawatt. Adapun perinciannya, kapasitas sebesar 2x25 megawatt dibangun di Pulau Bangka, sedangkan 1x25 megawatt untuk Pulau Belitung. Selain itu sedang dilakukan pembangunan mobile power plant yang sudah dapat beroperasi bulan September mendatang,” tegasnya.
Hal senada dikatakan Abdullah Syam Ketua Umum DPP LDII. Menurutnya, tugas yang harus segera dilakukan yaitu memperbaiki karakter bangsa. Saat ini tingkat kepercayaan, saling tolong menolong antara sesama sudah semakin berkurang. Kalau dulu, jika terjadi kecelakaan di jalan raya, siapapun yang melihat akan langsung memberikan pertolongan.
“Lain halnya sekarang, sebagian masyarakat tidak memberi pertolongan dikarenakan takut tersangkut persoalan atau takut dituduh sebagai penyebab kecelakaan. Pola pikir seperti harus diubah! Namun pembentukan karakter bangsa harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan organisasi keagamaan lainnya. Pembinaan karakter dilakukan sejak dini,” tegasnya.
ID
EN