Berita
NTP Babel Turun 0,62 Persen
Pangkalpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat telah terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP). Terhitung Februari...
NTP Babel Turun 0,62 Persen
Amie, Fajrina Andini
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat telah terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP). Terhitung Februari 2016 NTP sekitar 101,38. Angka ini menurun sebesar 0,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 102,01. Kondisi tersebut dikarenakan indeks harga diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,22 persen.
Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, penurunan NTP tersebut dikarenakan indeks harga diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,22 persen. Angka ini lebih rendah dari kenaikan indeks harga bayar petani sebesar 0,41 persen. Sebab perbandingan indeks harga diterima petani terhadap indeks harga bayar petani menjadi indikator melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.
“Semakin tinggi NTP, semakin tinggi pula tingkat kemampuan daya beli petani. NTP juga menunjukan daya tukar dari produk pertanian dengan barang jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/3/2016).
Indeks harga diterima petani merupakan indikator yang menunjukan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian. Ia menjelaskan, terdapat lima sektor komoditas hasil hasil pertanian yang dicatat perkembangannya. Februari 2016, indeks harga diterima petani secara umum mengalami penurunan sebesar 0,22 persen dibandingkan Januari 2016. Realita angka yaitu dari 120,49 menjadi 120,23.
Penurunan indeks harga diterima petani tersebut terjadi karena turunnya indeks harga diterima petani subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,05 persen. Ini menunjukan andil subsektor tanaman perkebunan rakyat sangat berpengaruh terhadap angka NTP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. NTP masing masing subsektor tercatat, tanaman pangan sebesar 97,69.
“Untuk sub sektor hortikultura sebesar 100,41; subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 103,63 ; subsektor perternakan sebesar 89,87; subsektor perikanan sebesar 105,25 dengan kelompok perikanan tangkap sebesar 106,76 dan kelompok perikanan budidaya sebesar 95,04,” ungkapnya.
Produksi GKG Naik
Produksi padi tahun 2015 (angka sementara) sebesar 27.068 ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut naik sebesar 3.587 ton GKG atau 15,28 persen dibandingkan dengan tahun 2014. Menurut Darwis, kenaikan produksi padi terjadi pada setiap subround yakni subround Januari – April sebesar 1.234 ton atau 7,67 persen. Sedangkan untuk subround Mei – Agustus sebesar 1.560 ton atau 28,92 persen.
Sementara subround September – Desember mengalami kenaikan sebesar 793 ton atau 39,85 persen dibandingkan subround yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk produksi jagung tahun 2015 (angka sementara) sebesar 663 ton pipilan kering atau turun sebesar 58 ton 8,04 persen dibandingkan dengan tahun 2014.
“Produksi kacang tanah tahun 2015 (angka sementara) sebesar 144 ton biji kering atau turun sebesar 80 ton (35,71 persen) dibandingkan tahun 2014,” jelas Darwis.
ID
EN