Logo Babel

Berita

November 2015, Nilai Ekspor Babel Menurun

November 2015, Nilai Ekspor Babel Menurun

Pangkalpinang - Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan November 2015 menurun hanya US$ 53,46 juta atau 65,23 persen dibanding nilai ekspor...

November 2015, Nilai Ekspor Babel Menurun

Evani

Dinas Kominfo

10 tahun yang lalu

Pangkalpinang - Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan November 2015 menurun hanya US$ 53,46 juta atau 65,23 persen dibanding nilai ekspor bulan Oktober 2015 yang mencapai US $153,75. Hal ini disebabkan oleh ekspor timah yang menurun tajam 71,57 persen menjadi US $ 38,26 juta, sedangkan ekspor non timah menurun 20,81 persen menjadi hanya US $ 15,20 juta. Demikian disampaikan oleh Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang Rapat BPS, Senin (04/01/2016). 
 
Herum menjelaskan bahwa pada bulan November 2015 ekspor timah turun drastis dikarenakan diberlakukannya permendag Nomor 33 tahun 2015.
 
"Pada bulan November ini, tidak ada ekspor ke negara Jepang, ekspor terbesarnya adalah ke Singapura dan India yang masing-masing  sebesar US$ 23,27 juta dan US$ 5,96 juta, diikuti Belanda dan Taiwan yakni US$ 3,04 juta dan US$ 0,37 juta."
 
Selanjutnya Herum menjelaskan, timah merupakan ekspor terbesar, yaitu berperan 81,85 persen dari ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
"Tujuan utama ekspor timah Januari-November 2015 adalah Singpura yang mencapai US$ 539,53 juta atau 60,99 persen dari keseluruhan ekspor timah, diikuti Belanda US$ 103,02 juta (11,65 persen), India US$ 63,97 juta (7,23persen), Taiwan  US$ 63,01 juta (7,12 persen) dan Jepang sebesar US$ 29,96 juta (3,39 persen)," paparnya.
 
Kelima negara tujuan ekspor timah tersebut mencapai 90,38 persen dari total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Sementara untuk komoditi utama penyumpang ekspor non timah terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Berdasarkan Harmonized System (HS) dua digit adalah golongan minyak atau lemak hewani dan nabati, yaitu sebesar US$ 128,65 juta berperan 65,58 persen terhadap total ekspor non timah, diikuti golongan kopi, teh dan rempah-rempah US$ 54,56 juta (27,81 persen), ikan dan hasil olahan ikan US$ 4,54 juta (2,31 persen), berbagai produk kimia US$ 3,81 juta (1,94 persen) dan yang terakhir adalah golongan karet dan barang-barang dari karet US$ 2,94 juta (1,50 persen) kontribusi kelima golongan barang non timah tersebut mencapai 99,15 persen dari total ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Sedangkan untuk nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan November 2015 tercatat pada US$ 8,62 juta, meningkat sebesar 62,43 persen dibanding bulan Oktober 2015 yang sebesar US$ 5,30 juta.
 
Hingga bulan Januari - November 2015 yang mempunyai nilai impor terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$ 9,61 juta. Diikuti dengan golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) sebesar US$ 2,92 juta, pupuk (HS 31) US$ 0,96 juta; mesin/peralatan listrik (HS 85) US$ 0,69 juta, benda-benda dari besi dan baja (HS 73) US$ 0,57 juta dan golongan produk keramik (HS 69) sebesar US$ 0,13 juta.
 
Herum mengatakah bahwa Singapura merupakan negara terbesar sumber impor hingga mencapai US$ 25,75 juta berperan 62,49 persen terhadap total impor, diikuti Malaysia US$ 9,70 juta (23,55 persen), Thailand US$ 3,04 juta (7,39 persen), Tiongkok US$ 1,04 juta (2,53 persen) dan Belgia sebesar US$ 0,78 juta (1,90 persen).
 
Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2015, maka dari 5 negara asal impor yang mengalami peningkatan adalah Malaysia dan Singapura, masing-masing sebesar diatas seribu persen dan 58,29 persen. Sedangkan Thailand dan Belgia tidak ada kegiatan impor pada bulan ini. Negara asal impor yang mengalami penurunan adalah Tiongkok yang mencapai sebesar 82,69 persen menjadi hanya US$ 0,01 juta.
Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Evani
Editor
Fotografer
Dokumentasi BPS Provinsi Kep Babel