Logo Babel

Berita

Nilai Ekspor Babel Membaik

Nilai Ekspor Babel Membaik
Nilai Ekspor Babel Membaik

Pangkalpinang – Nilai ekpor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bulan lalu membaik. Nilai ekspor menembus angka US$149,50 juta. Jumlah ekspor ini mengalami...

Nilai Ekspor Babel Membaik

Rizky, Huzari

Dinas Kominfo

10 tahun yang lalu

Pangkalpinang – Nilai ekpor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bulan lalu membaik. Nilai ekspor menembus angka US$149,50 juta. Jumlah ekspor ini mengalami peningkatan signifikan atau sekitar 69,29 persen. Pasalnya ekspor di bulan Mei hanya sekitar US$88,31 juta.

Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, kenaikan jumlah ekspor di bulan Juni secara total terbagi atas ekspor timah sebesar US$129,58 juta. Sedangkan ekspor komoditi nontimah sebesar US$19,92 juta. Sampai saat ini jumlah ekspor timah masih mendominasi angka ekspor Bangka Belitung.

"Komodoti timah berperan pada ekspor hingga menebus angka 86,68 persen. Sedangkan sisanya merupakan ekspor nontimah," jelas Herum saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/7/2015).

Menyinggung mengenai negara tujuan ekspor, Herum mengatakan, negara tujuan ekspor timah terbesar ke Singapura dengan jumlah mencapai US$78,24 juta. Angka ini menunjukan ekspor ke negara tersebut sekitar 60,38 persen dari keseluruhan ekspor timah Bangka Belitung. Kemudian diikuti negara Belanda dengan nilai ekspor US$18,74 juta atau sekitar 14,49 persen.

Lebih jauh ia menjelaskan, selain itu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melakukan ekspor timah ke India. Namun jumlah ekspor ke India hanya sekitar 5,86 persen atau senilai US$7,59 juta. Urutan selanjutnya ditempati negara Taiwan. Sebesar US$7,17 juta atau sekitar 5,53 persen ekspor timah ke negara ini dan negara Jepang US$5,84 juta atau sekitar 4,51 persen.

“Komoditi penyumbang ekspor terbesar komoditi nontimah, pada bulan Januari hingga Juni 2015 berdasarkan kode harmonized system (HS) dua digit yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati. Komoditi ini memberi kontribusi sekitar US$76,79 juta atau 74,32 persen terhadap total ekspor nontimah,” kata Herum.

Berikutnya diikuti golongan kopi, teh dan rempah-rempah sebesar US$19,58 juta atau sekitar 18,95 persen. Menurutnya, untuk komoditi ikan dan hasil pengolahan ikan senilai US$3,00 juta atau 2,90 persen, berbagai produk kimia US$2,09 juta atau 2,02 persen. Sedangkan untuk golongan residu/sisa industri makanan mencapai US$1,01 juta atau 0,97 persen.

Ekspor nontimah selama Juni 2015 ke Pakistan mencapai US$11,26 juta. Ia menambahkan, komoditi ekspor terbesar adalah crude palm oil. Posisi selanjutnya ditempati Belanda dengan nilai ekspor mencapai angka US$5,02 juta. Komoditi ekspor terbesar ke negara ini juga crude palm oil.  Negara tujuan ekspor selanjutnya yakni Vietnam dengan nilai US$1,07 juta dengan komoditas lada putih.

“Ekspor ke Malaysia hanya US$0,36 juta dengan komoditas ikan dan hasil olahan ikan. Sementara ekspor ke Singapura senilai US$0,22 juta dengan komoditas lada putih,” paparnya.

Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Rizky, Huzari
Editor
Huzari
Fotografer
Rizky