Berita
Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi
Koba – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat menciptakan nuansa nyaman dan aman dalam beribadah. Selain itu masyarakat jangan...
Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi
Surianto
Dinas Kominfo
9 tahun yang lalu
Koba – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat menciptakan nuansa nyaman dan aman dalam beribadah. Selain itu masyarakat jangan mudah terprovokasi serta harus terus menjaga kondisi harmonis dan kondusif. Kenyaman dan keamanan menjadi salah satu faktor menyukseskan pembangunan. Pasalnya investasi akan masuk jika daerah dalam kondisi aman.
"Mari ciptakan suasana nyaman dan aman dalam beribadah. Jaga harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan ada yang merusak kenyamanan dan keamanan di Bangka Belitung," ajak Gubernur saat melakukan safari Jumat di Masjid Jami' Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (5/8/2016).
Pemerintah, Korem, Polda, tokoh masyarakat serta ulama hendaknya terus berkoordinasi membicarakan kondisi keamanan di wilayah Bangka Belitung. Ia mengharapkan masyarakat dapat merasa nyaman dan aman ketika menjalankan ibadah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah provinsi memberikan kenyamanan beribadah yaitu dengan menyalurkan bantuan untuk tempat ibadah.
Menyinggung mengenai sektor pertanian, Gubernur menjelaskan, beberapa hari lalu pemerintah provinsi menjajaki kerja sama dengan Pemprov Jawa Babar, khususnya dalam hal pertanian karet. Saat ini harga karet di Bangka Belitung mengalami penurunan. Pemerintah ingin menjaga harga karet tetap bagus agar perekonomian semakin berkembang.
Namun petani disarankan meningkatkan kualitas hasil karet. Menurut Gubernur, jika kualitas karet yang dihasilkan bagus, maka harga karet tetap tinggi. Upaya lain, pemerintah telah melakukan koordinasi dan memanggil pengusaha pabrik karet agar karet yang dijual ke luar Bangka tidak dalam bentuk mentah tapi sudah diolah.
“Kita anjurkan agar petani menggunakan asam semut untuk proses pembekuan, sehingga kualitas karet meningkat. Jangan menggunakan tawas lagi. Jika menggunakan asam semut, harga karet diyakini meningkat atau sesuai harga pasar minimal Rp7000 per kilogram," kata Gubernur menjawab pertanyaan Agus Sopian warga Koba.
Saat menjawab pertanyaan Kusmayadi warga Koba yang mengeluh mengenai harga pupuk mahal dan kurangnya lahan pertanian, Gubernur mengatakan, pemerintah provinsi bersama Korem terus melakukan pengawasan distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran. Sedangkan mengenai lahan, pemerintah telah menyiapkan 3000 hektare lahan pertanian dan persawahan.
“Hal ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan lahan dan untuk menciptakan swasembada pangan di Bangka Belitung. Pemerintah selalu mengawasi agar pupuk ini tepat sasaran dan bisa digunakan gapoktan," tegas Gubernur.
ID
EN