Logo Babel

Berita

Kolaborasi Pemprov Babel, KKMD dan KAGAMA Buat Pantai Batu Ampar Jadi Rumah Ketem Remangok

Kolaborasi Pemprov Babel, KKMD dan KAGAMA Buat Pantai Batu Ampar Jadi Rumah Ketem Remangok
Kolaborasi Pemprov Babel, KKMD dan KAGAMA Buat Pantai Batu Ampar Jadi Rumah Ketem Remangok
Kolaborasi Pemprov Babel, KKMD dan KAGAMA Buat Pantai Batu Ampar Jadi Rumah Ketem Remangok

BANGKA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) dan Keluarga Alumni Universitas...

Kolaborasi Pemprov Babel, KKMD dan KAGAMA Buat Pantai Batu Ampar Jadi Rumah Ketem Remangok

Idris Af

Dinas Kominfo

5 hari yang lalu

BANGKA – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Babel melakukan aksi penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Pantai Batu Ampar, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Aksi kolaboratif pada Jumat (22/5/2026) itu menjadi langkah nyata dalam memulihkan ekosistem pesisir yang kritis akibat aktivitas masa lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel, Fery Afriyanto yang sebagai Ketua KAGAMA sekaligus Ketua KKMD Babel, menyoroti transformasi luar biasa di kawasan Pantai Batu Ampar.

Ia memaparkan bahwa sejak tahun 2019, upaya rehabilitasi telah menyentuh lahan seluas lebih dari 70 hektar di area tersebut. Kawasan yang dulunya merupakan lahan bekas tambang dengan kondisi lingkungan yang rusak parah, dengan kolaborasi Pemprov, KKMD dan KAGAMA Babel, kini telah kembali hijau dan membentuk ekosistem yang sehat.

"Hal ini sudah menghidupkan kembali ekosistem yang rusak menjadi ekosistem yang bermanfaat untuk lingkungan dan manusia. Substansi dan organisme yang ada di sini sudah kita beri ruang untuk aktif kembali. Hasilnya, biota-biota laut seperti ketam remangoh (kepiting) sudah kembali hadir, dan ini sudah barang tentu bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat," tegasnya.

Ia juga memberikan peringatan tegas mengenai ancaman nyata dari kerusakan pesisir jika dibiarkan tanpa intervensi. Mengambil contoh abrasi parah yang terjadi di Pantai Pasir Padi, ia mengajak seluruh elemen, termasuk kelompok alumni dari universitas lainnya yang ada di Bangka Belitung, untuk segera turun tangan dan berkolaborasi merapatkan kawasan mangrove yang masih renggang agar bencana ekologis serupa tidak terulang.

Sementara Gubernur Babel, Hidayat Arsani dalam sambutan tertulisnya disampaikan Pj Sekda Babel Fery Afriyanto, menaruh perhatian serius pada kelestarian wilayah pesisir dan laut yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di daerah kepulauan.

"Kerusakan ekosistem pesisir akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama para nelayan. Oleh karena itu, upaya pelestarian tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi solid antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha," ungkapnya.

Hidayat Arsani juga menitipkan pesan krusial agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi pijakan komitmen jangka panjang. Menurutnya, bibit yang ditanam hari ini adalah wujud harapan dan warisan bagi generasi masa depan.

Upaya pelestarian kawasan ini juga digerakkan melalui sinergi strategis bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk.

Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk, Eka Widiyastutik, mengungkapkan bahwa penanaman 2.000 bibit mangrove hari ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada 22 Mei.

Pihaknya menegaskan bahwa secara ekologis, ekosistem mangrove memiliki peran ganda yang luar biasa. Selain berfungsi sebagai benteng alami pencegah intrusi air laut, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lipat lebih besar dibandingkan hutan daratan, menjadikannya senjata utama dalam menghadapi krisis iklim global.

Turut menyempurnakan kolaborasi pentahelix dalam pelestarian alam tersebut, sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mengambil peran aktif.

Kepala Kantor PT Jasa Raharja Kepulauan Bangka Belitung, Khawarij, menyampaikan bahwa pihaknya menyumbangkan 1.000 bibit mangrove dalam kegiatan tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Aksi ini merupakan bukti komitmen berkelanjutan dari Jasa Raharja untuk terus mendukung pelestarian alam pemerintah daerah, melengkapi aksi mereka sebelumnya yang telah menanam 5.000 bibit pohon kayu putih di kawasan Bukit Mangkol.

Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Idris Af
Editor
Ahmad
Fotografer
Jo Fandi/Royan