Berita
KIM Pekalongan Sempat Mati Suri
Pekalongan – Kendati sempat mati suri, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Pekalongan kembali bangkit. KIM telah dibentuk sejak tahun 2008, selanjutnya...
KIM Pekalongan Sempat Mati Suri
Evani
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
Pekalongan – Kendati sempat mati suri, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Pekalongan kembali bangkit. KIM telah dibentuk sejak tahun 2008, selanjutnya sempat pakum dan bangkit di tahun 2014. Upaya membangkitkan KIM dengan cara menggelar sosialisasi mengundang pihak kelurahan.
Nurul Indrawati Kepala Seksi Layanan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Pekalongan mengatakan, telah membentuk 33 KIM dari 47 kelurahan. Sejumlah KIM tersebut berkembang, namun ada juga KIM yang tidak berkembang. Salah satu KIM yang berkembang dan mendapatkan predikat KIM terbaik di seluruh Indonesia yakni, KIM Keraton Kidul.
“KIM tersebut menjadi narasumber acara sosialisasi. Alasannya, untuk memotivasi KIM lain, sekaligus menjadi contoh untuk mengadopsi pengalaman sebagai KIM terbaik,” jelasnya saat ditemui Tim Babelprov.go.id, di Pekalongan, Kamis (30/4/2015).
Pelatihan karapkali digelar selama dua hari. Ia menambahkan, agenda hari pertama sosialisasi kemudian di hari kedua pembetukan KIM kemudian melakukan pembekalan. Keanggotaan KIM dari beragam latar belakang profesi, namun ada juga berprofesi sama. Kedudukan KIM hampir sama dengan UMKM, dan sekarang sudah diberi wadah sendiri untuk pameran.
Lebih jauh ia menjelaskan, selain menyebarkan informasi hangat antar sesama KIM, ada juga aktivitas lain seperti membatik dan ini dilakukan anggota PKK serta perkumpulan pengajian. Pemerintah berperan mengubah mindset masyarakat bahwa KIM merupakan kelompok dari, oleh, untuk masyarakat. Sehingga masyarakat mampu mandiri dan hidup melalui iuran keanggotaan.
“KIM Keraton Kidul sangat mandiri, awalnya sektetariat mereka di rumah salah satu pelaku KIM. Kemudian mereka diberi pinjam pakai ruangan di kelurahan. Jawa Tengah memiliki KIM di setiap kabupaten, hampir setiap tahun pemerintah provinsi mengadakan lomba KIM,” ungkapnya.
Komunikasi menjadi trik agar KIM terus aktif. Menurutnya, setiap ada kegiatan selalu diinformasikan dan mengikutsertakan KIM. Satu minggu sekali selalu ada pertemuan dengan pelaku KIM Keraton Kidul. Pekalongan berencana mengadakan Jambore KIM se Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dengan konsep berdiskusi dan outbound.
Mengenai penyebarluasan informasi, menjalin kerja sama dengan media-media lokal. Namun informasi tetap dipilah, artinya informasi penting bagi masyarakat diprioritasikan. Misalnya, informasi di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Tak jarang Dinas Komunikasi dan Informatika Pekalongan menginformasikan gejala-gejala di masyarakat, seperti bahaya penyakit dan maraknya begal.
“Selain itu mengambil peran memfasilitasi pertemuan warga dengan pemerintah atau sebaliknya,” jelasnya.
ID
EN