Logo Babel

Berita

Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini

Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini
Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini
Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini
Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini
Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini
Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini

MUNTOK - Bagi orangtua, autisme menjadi gangguan tumbuh kembang yang dikhawatirkan. Apalagi saat ini jumlah anak yang mengalaminya terus meningkat. Akan tetapi...

Kenali Gejala Autisme Pada Anak untuk Deteksi Dini

Budi

Dinas Kominfo

3 tahun yang lalu

MUNTOK - Bagi orangtua, autisme menjadi gangguan tumbuh kembang yang dikhawatirkan. Apalagi saat ini jumlah anak yang mengalaminya terus meningkat. Akan tetapi, autisme pada anak tergolong cepat terdeteksi dan bisa segera ditangani. 

Menurut Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Sri Utami Soedarsono, autisme pada anak memiliki beberapa karakteristik yang bisa diamati sedari dini. 

"Mulai dari interaksi sosial, komunikasi, pola bermain, gangguan sensoris, perkembangan, penampakan gejala, perilaku dan emosi, bisa kita amati," ungkapnya dalam acara Seminar Pendidikan Deteksi Dini Autisme dan Penanganannya di SLBN Muntok, Sabtu (10/9/22). 

Misalnya interaksi sosial, menurut Sri Utami Soedarsono, memiliki ciri-ciri seperti tidak tertarik untuk bermain bersama teman, lebih suka menyendiri, sedikit kontak mata, senang menarik tangan orang lain untuk melakukan apa yang diinginkannya. 

"Sementara di sisi komunikasi, misalnya perkembangan bahasa lebih lambat, anak tampak seperti tuli, kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya, mengoceh tanpa arti, bicara tidak dipakai untuk berkomunikasi, dan senang meniru," jelasnya yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sekolah Transisi Pelita Hati Jakarta. 

Kemudian yang ketiga, dari pola bermain terlihat anak tidak bermain seperti anak seusianya, senang terhadap barang berputar, tidak kreatif dan imajinatif, serta dapat sangat lekat dengan barang tertentu. 

Sedangkan yang keempat, gangguan sensoris memiliki ciri sangat sensitif terhadap sentuhan, langsung menutup telinga ketika mendengar suara keras, senang mencium-cium, dan tidak sensitif terhadap rasa sakit dan takut. 

Kelima, perkembangannya tidak sesuai dengan anak normal, khususnya dalam keterampilan sosial dan kognisi, serta penurunan perkembangan dari masa lalu, misal sebelumnya dapat bicara kemudian tidak. 

Dan keenam, di sisi perilaku mencerminkan stimulisasi diri, tidak suka akan perubahan, dan sering duduk dengan tatapan kosong. 

"Terakhir, dari segi emosi ciri-cirinya adalah mudah marah, mengamuk tanpa terkendali, kadang-kadang suka menyerang dan berperilaku menyakiti diri, dan tidak memiliki empati," ungkapnya. 

Dirinya juga mengungkapkan bahwa autisme sendiri disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetika, virus, jamur, nutrisi yang buruk, pendarahan, keracunan makanan pada saat kehamilan, dan lain sebagainya. 

Selain memberikan edukasi di SLBN Muntok, istri dari Pj. Gubernur Ridwan Djamaluddin itu juga menyempatkan diri untuk mengunjungi ruangan-ruangan kelas, serta berinteraksi dengan para siswa dan siswi di sekolah tersebut. Di akhir acara, dirinya diberikan kenang-kenangan kerajinan tangan karya siswa SLB. 

Sementara Pj Gubernur Kep. Babel Ridwan Djamaluddin, dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa semenjak dirinya menjabat, ia telah berkomitmen dan yang menjadi fokus utamanya adalah pengembangan SDM. Di dalamnya, termasuk pendidikan bagi siswa. Tidak hanya pengembangan pendidikan yang bersekolah di sekolah umum saja, namun juga di SLB. 

"Banyak yang terlahir tidak seberuntung kita, maka kita yang diberikan kelebihan memiliki tanggung jawab terhadap mereka. Kita berikan mereka kesempatan sebaik-baiknya, karena mereka memiliki kelebihan dan kemampuan yang belum kita tahu," tuturnya. 

Sehingga, untuk mewujudkan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kep. Babel Ervawi menjelaskan, bahwa rencananya pihak Dinas Pendidikan akan mendirikan Children's Autism Assessment Center di tiap kabupaten/kota. 

Munculnya gagasan untuk mendirikan Autism Assessment Center adalah, agar para pendidik dapat lebih memahami potensi dan kekurangan dari masing-masing anak autis. Sehingga, ia meminta dukungan dari kabupaten/kota untuk menghibahkan lahan untuk pendirian Assessment Center.

"Nantinya para guru-guru akan kita latih untuk menggali potensi anak-anak autis di tempat tersebut," ungkapnya. 

Di samping itu, anak-anak berkebutuhan khusus ini mempertunjukkan kreativitas dan semangat untuk terus berkarya dengan menghadirkan pagelaran seni, yang patut diacungi jempol dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Prov. Kep. Babel. 

Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Budi
Editor
Dini
Fotografer
Lulus