Berita
Jangan Jadi Pak Ogah
SUNGAI SELAN – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengingatkan masyarakat untuk selalu menguatkan rasa kebersamaan dan semangat...
Jangan Jadi Pak Ogah
Ismail
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
SUNGAI SELAN – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengingatkan masyarakat untuk selalu menguatkan rasa kebersamaan dan semangat kesetiakawanan sosial dalam peran sertanya membantu pembangunan daerah. Karena hal itu merupakan bagian dari nilai, sikap dan perilaku pro-sosial yang berakar dalam konteks tata budaya nusantara dan masyarakat majemuk Indonesia berdasarkan Pancasila
Dalam konteks tersebut, nilai kesetiakawanan sosial sebagai dimensi modal sosial memiliki posisi strategis untuk menumbuhkembangkan semangat kebersamaan, saling percaya dan menerima, keterikatan sosial, yang dinyatakan melalui kerelaan proaktif serta peduli berkorban bersama dalam mewujudkan Indonesia Sejahtera berbudaya Pancasila.
Bercermin dari hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) Hidayat Arsani meminta masyarakat dapat bersatu menggerakkan perekonomiannya di desa, Diantaranya melalui pembentukan kelompok usaha produktif sehingga dapat berdaya guna melalui pembinaan dari pemerintah. Apalagi, sebut Wagub, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki alokasi bantuan sosial dan hibah mencapai lebih dari Rp 200 miliar.
"Namun jangan sampai kita menjadi Pak Ogah yang selalu menunggu pemerintah dalam membantu dan mendorong semangat untuk maju. Akan tetapi mampu menunjukan peran aktif untuk mendukung program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri," kata Wakil Gubernur Hidayat Arsani pada Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dipusatkan di Desa Melabun, Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah, Kamis (11/12/2014).
Apabila masyarakat di setiap desa dapat memanfaatkan serapan anggaran bantuan sosial dan hibah melalui kegiatan sosial ekonomi yang bersifat riil dan berkesinambungan, Wagub optimistis perekonomian masyarakat di Bangka Belitung dapat kembali bangkit. Terutama setelah menipisnya cadangan bijih timah yang masih mendominasi mata pencarian masyarakat di sektor pertambangan beberapa tahun terakhir.
“Petani maupun pekebun dapat mengajukan bantuan dan pembinaan kepada pemerintah melalui bentukan kelompok-kelompok usaha ekonomi. Perekonomian masyarakat juga menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, tidak hanya membantu sarana ibadah seperti masjid, gereja, dan lain-lain sebagaimana yang terjadi selama ini. Nanti saya akan bicarakan dengan Pak Gubernur agar ada perubahan sistem bantuan ini,” ujar Wagub.
Ke depan, perubahan sistem penyaluran bantuan menurut Wagub Hidayat Arsani akan lebih diprioritaskan melalui satu paket. Misalnya bantuan untuk peternakan ayam, harus dengan pakan, obat-obatan dan binaan teknis serta monitoring berkala. Keinginan itu dilakukan agar para penerima bantuan benar-benar melaksanakan kegiatan usaha dengan banyak kemudahan, tetapi tidak menghilangkan fungsi pengawasan terhadap usahanya oleh pemerintahan.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur mengharapkan kerja sama dari seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk duduk bersama dengan pemerintah provinsi dalam membahas dan mencari solusi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi dan politik.
“Sebagian besar kepala daerah memang berasal dari partai politik. Dan kita menyadari bahwa parpol adalah gerbang untuk masuk ke karier politik. Tapi jangan sampai terjadi kondisi adanya kemungkinan mempolitisir kepentingan negara sehingga merugikan masyarakat,” tambah Wakil Gubernur yang berasal dari pengusaha ini. (ism-tim mc)
ID
EN