Logo Babel

Berita

Inflasi Tanjungpandan Lampaui Pangkalpinang

Inflasi Tanjungpandan Lampaui Pangkalpinang
Inflasi Tanjungpandan Lampaui Pangkalpinang

Pangkalpinang – Angka inflasi di Tanjungpandan melampaui inflasi di Pangkalpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat,...

Inflasi Tanjungpandan Lampaui Pangkalpinang

Amie

Dinas Kominfo

10 tahun yang lalu

Pangkalpinang – Angka inflasi di Tanjungpandan melampaui inflasi di Pangkalpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, inflasi di Tanjungpandan berada pada angka 1,02 persen. Sedangkan angka inflasi di Pangkalpinang hanya 0,39 persen. Angka inflasi tersebut dipengaruhi harga beberapa komoditas barang yang mengalami kenaikan.

Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Februari ini. Sejumlah komoditi tersebut di antaranya bayam, mobil, rokok kretek filter, sawi hijau, kacang panjang, kangkung, pepaya, angkutan udara, rokok putih dan apel. Kendati demikian terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga seperti ikan tenggiri, udang basah, sotong, ikan selar, cumi-cumi, ikan tongkol, ayam hidup, ikan gembung, tarif listrik dan ikan kerisi.

"Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 125,4. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Februari 2016, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,15 persen,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/3/2016).

Selain itu, jelasnya, kelompok sandang juga mempengaruhi sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan 0,004 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,003 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12 persen.

Sementara di Tanjungpandan, kata Darwis, mengalami inflasi sebesar 1,02 persen. Inflasi antara Pangkalpinang dan Tanjungpandan mengalami sedikit perbedaan. Jlka andil inflasi komufitas terbesar di Pangkalpinang terjadi pada komuditas bayam, lain halnya dengan Tanjungpandan. Sebab di Tanjungpandan andil inflasi komuditas pada komuditas ikan kembung.

"Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Februari 2016 antara lain, ikan kembung, ikan kerisi, ikan selar, ikan bulat, kangkung, sawi hijau, ikan tenggiri, rokok kretek filter, ikan tongkol dan bawang putih,” ungkap Darwis.

Kelompok pengeluaran yang memberi andil inflasi pada Februari 2016 yakni, pada kelompok bahan makanan sebesar 1,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,01 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,10 persen. Selain itu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,23 persen,” kata Darwis.

Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Amie
Editor
Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer
Fajrina Andini