Berita
Inflasi Masih Berada di Level Aman
Pangkalpinang – Inflasi terus menghantui kondisi perekonomian Kota Pangkalpinang. Namun angka inflasi tersebut masih dalam lingkaran aman. Januari 2016, angka...
Inflasi Masih Berada di Level Aman
Rizky Fitrajaya, Huzari
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Inflasi terus menghantui kondisi perekonomian Kota Pangkalpinang. Namun angka inflasi tersebut masih dalam lingkaran aman. Januari 2016, angka inflasi sebesar 0,93 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) diangka 124,92 persen. Tentunya angka ini membaik, sebab bulan sebelumnya angka inflasi 1,56 persen dengan IHK 123,7. Kondisi ini berbeda dengan Tanjungpandan yang sedang mengalami deflasi 0,02 persen.
Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat jumpa pers mengatakan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan naiknya indeks lima kelompok pengeluaran. Kelompok tersebut di antaranya, bahan makanan naik sebesar 3,46 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,78 persen.
Sedangkan dua kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok sandang sebesar 0,46 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen. Ia mengungkapkan, selain itu terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,26 persen. Sementara kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.
“Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2016 adalah inflasi sebesar 0,93 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015-red) sebesar 4,64 persen. Kelompok inti pada Januari 2016 memberikan andil inflasi sebesar 0,22 persen. Demikian pula dengan komponen bergejolak dengan inflasi sebesar 0,83 persen. Sedangkan komponen yang harganya diatur pemerintah deflasi sebesar 0,12 persen,” paparnya, Senin (1/2/2016).
Kondisi yang terjadi di Pangkalpinang berbanding terbalik dengan di Tanjungpandan. Ia mengatakan, Januari 2016 Kota Tanjungpandan mengalami deflasi sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 127,91 persen. Sementara sebelumnya, Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 1,23 persen dengan IHK 127,94 persen. Deflasi tersebut terjadi dikarenakan adanya penurunan harga yang ditunjukan turunnya indeks dua kelompok pengeluaran.
Dua kelompok ini, kata Darwis, kelompok bahan makanan sebesar 1,15 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 5,40 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 3,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,76 persen.
Kondisi serupa juga terjadi pada kelompok sandang yang juga mengalami kenaikan indeks sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan 0,57 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,52 persen. Menurut Darwis, tingkat inflasi tahun kalender Januari 2016 sebesar -0,02 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015-red) senilai -0,52 persen.
“Komponen yang harganya diatur pemerintah, pada Januari 2016 memberikan deflasi sebesar 0,40 persen. Begitu juga untuk komponen bergejolak dengan deflasi sebesar 0,37 persen. Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,75 persen,” jelasnya.
ID
EN