Logo Babel

Berita

Herum : Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung Menurun

Herum : Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung Menurun
Herum : Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung Menurun
Herum : Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung Menurun

Pangkalpinang - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 6 Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung pada bulan Oktober 2015 Nilai Tukar Petani (NTP)...

Herum : Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung Menurun

Suci Lestari

Dinas Kominfo

10 tahun yang lalu

Pangkalpinang - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 6 Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung pada bulan Oktober 2015 Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 104,73 persen mengalami penurunan 0,78 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 105,55 persen. Penurunan NTP ini disebabkan perubahan Indeks Harga  hasil produksi pertanian lebih kecil dibandingkan  dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
 
Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung saat Konferensi Pers di Kantor BPS Provinsi Bangka Belitung mengatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, seacra relatif semakin tinggi pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.
 
"Penurunan NTP Oktober 2015 disebabkan oleh turunnya NTP Subsektor Hortikultura sebesar 1,43 persen, Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,41 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,09 persen, Subsektor Peternakan sebesar 1,36 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,48 persen," jelas Herum.
 
Herum menjelaskan, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani pada Oktober 2015 secara umum juga mengalami penurunan sebesar 1,41 persen dibandingkan dengan It September 2015 yaitu dari 124,92 persen menjadi 123,16 persen. Penurunan It terjadi karena turunnya It hampir semua Subsektor yaitu Subsektor Hortikultura sebesar 1,99 persen, Subsektor Tanaman Pangan Rakyat sebesar 1,80 persen, Subsektor Peternakan 1,77 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,97 persen.
 
Selain itu, menurut Herum Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) pada Oktober 2015 juga mengalami penurunan sebsar 0,64 persen dibandingkan dengan September 2015, dari 118,36 persen menjadi 117,60 persen. Penurunan ini disebabkan turunnya Ib seluruh subsektor, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,65 persen, Subsektor Hortikultura sebesar 0,57 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,71 persen, Subsektor Peternakan sebesar 0,41 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,50 persen.
 
Lebih jauh Herum mengatakan dari 5 Provinsi di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang menyusun NTP Nasional pada Oktober 2015, tiga Provinsi mengalami kenaikan NTP antara lain Provinsi Bengkulu sebesar 1,31 persen, Provinsi Jambi sebesar 0,68 persen, dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0,54 persen. Sedangkan dua provinsi mengalami penurunan NTP yaitu, Provinsi Kepualauan Bangka Belitung 0,78 persen dan Provinsi Lampung sebesar 0,12 persen.
 
"Tiga Provinsi  dari lima provinsi di Sumbagsel yang menyusun NTP Nasional pada Oktober 2015 mengalami kenaikan NTP antara lain Provinsi Bengkulu sebesar 1,31 persen, Provinsi Jambi sebesar 0,68 persen, dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0,54 persen. Sedangkan dua provinsi mengalami penurunan NTP yaitu, Provinsi Kepualauan Bangka Belitung 0,78 persen dan Provinsi Lampung sebesar 0,12 persen", jelasnya.
 
Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Suci Lestari
Editor
Fotografer
Fajrina Andini