Berita
Halalbihalal Penawar Rindu Masyarakat Perantau
Bandung – Kegiatan halalbihalal keluarga besar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama masyarakat perantau asal Bangka Belitung, di Bumi Samami...
Halalbihalal Penawar Rindu Masyarakat Perantau
Imelda Ginting
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Bandung – Kegiatan halalbihalal keluarga besar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama masyarakat perantau asal Bangka Belitung, di Bumi Samami Tubagus Ismail Dago, Bandung, Minggu (2/8/2015) menjadi obat penawar rindu. Selain dapat saling bersilaturahim, kegiatan ini juga menjadi ajang menikmati makanan khas daerah.
Adriansyah Lubis Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Halalbihalal dan Silaturahmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Masyarakat Bangka Belitung di Perantauan Tahun 2015 mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah silaturahim dan mempererat rasa persaudaraan masyarakat Bangka Belitung di perantauan.
“Masyarakat yang rindu makanan tradisional Bangka Belitung dapat langsung menikmatinya. Masyarakat Bangka Belitung di perantauan menyambut antusias kegiatan ini," kata Lubis, Minggu (2/8/2015).
Tak hanya masyarakat perantauan di Bandung saja yang hadir, sebab masyarakat perantau Bangka Belitung di sekitar Bandung juga ikut meramaikan kegiatan ini. Ada beberapa masyarakat perantau yang tinggal di Jabodetabek mendatangi acara yang dibuka Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
Pantauan babelprov.go.id, kegiatan halalbihalal melibatkan setiap kabupaten/kota di Bangka Belitung untuk menyediakan makanan khas tradisonal daerah. Sejumlah makanan tersebut dapat dinikmati secara gratis. Selain menikmati makanan yang disediakan panitia, masyarakat juga dapat membeli berbagai jenis makanan di area bazar.
Panitia bekerja sama dengan masyarakat Bangka Belitung yang bergerak dalam usaha jasa makanan dan minuman untuk menyediakan kebutuhan konsumsi. Ibu Susma warga Toboali Kabupaten Bangka Selatan yang berhasil merintis bisnis catering makanan khas Bangka ikut meramaikan kegiatan ini. Sejak tahun 2000 lalu, Susma bersama saudaranya membuka usaha ini.
“Awalnya ini merupakan usaha rumahan yang dilakukannya sendiri di sela-sela kegiatan. Usaha ini kami namakan Heperadeks, karena usaha ini merupakan usaha yang kami jalani bersama kakak beradek yang tinggal di Bandung. Kami melayani pemesanan makanan khas Bangka seperti lakso, berego, pantiau, mie kuah ikan, tekwan, pempek juga kue khas Bangka," katanya.
Lain halnya dengan Ibu Bens. Warga perwakilan Kabupaten Bangka Tengah ini menyediakan makanan dan minuman khas Bangka Tengah untuk dicicipi secara gratis oleh masyarakat. Bens menjalani bisnis produksi minuman ringan sari buah jeruk kunci berlabel "Aliana". Usaha ini di bawah binaan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
“Usaha ini telah digeluti selama empat tahun lalu, dan kini dibantu lima orang karyawan. Setiap kali produksi bisa menghabiskan 20 sampai 40 kilogram jeruk kunci. Dalam usaha ini mengedepankan halal. Penggunaan bahan baku sangat hati-hati dan tetap menggunakan bahan baku berkualitas terbaik,” jelasnya.
Bens memproduksi dua macam minuman buah jeruk kunci yakni, minuman yang langsung dapat diminum dan biang jeruk kunci yang disajikan dengan mencampur air dingin maupun panas. Khasiat minuman ini sangat baik untuk menurunkan kolesterol. Minuman jeruk kunci ini dapat diperoleh di sejumlah toko wilayah Bangka Belitung.
“Untuk sari buah jeruk yang dapat langsung diminum seharga Rp7000, dan untuk biang sari jeruk kunci Rp15.000. Produksi kami menggunakan gula asli kualitas terbaik, sehingga tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Permintaan minuman sari buah jeruk kunci bukan saja dari Bangka Belitung, tapi sudah sampai ke Surabaya dan Malaysia,” kata Bens.
ID
EN