Berita
Gubernur: Tiga Hal Revolusi Mental
Subang – Sedikitnya ada tiga hal dalam revolusi mental di antaranya, pertama kesabaran; kedua kejujuran dan ketiga cahaya Tuhan. Tiga hal tersebut diharapkan...
Gubernur: Tiga Hal Revolusi Mental
Rizky
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
Subang – Sedikitnya ada tiga hal dalam revolusi mental di antaranya, pertama kesabaran; kedua kejujuran dan ketiga cahaya Tuhan. Tiga hal tersebut diharapkan dapat menjadi solusi dan antisipasi terkikisnya mentalitas pegawai terhadap rasa nasionalisme.
Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berharap pendidikan dan latihan (Diklat) Revolusi Mental dapat mengubah sikap dan perbuatan pejabat. Setelah mengikuti diklat ini setidaknya pejabat dapat meningkatkan kesabaran, kejujuran dan mendapatkan cahaya Tuhan.
“Dengan menjadi sabar semua persoalan bisa teratasi. Selain itu pejabat harus jujur,” jelasnya menyikapi diklat revolusi mental pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Subang, Jawa Barat, Minggu malam (27/4/2015).
Seperti dilansir sebelumnya, sebanyak 65 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Diklat Revolusi Mental. Sejumlah pejabat tersebut terdiri dari 18 orang eselon dua dan 47 orang sisanya merupakan eselon tiga. Guru besar di berbagai bidang hingga perwira tinggi bakal menyampaikan materi revolusi mental.
Upacara Pembukaan Diklat Revolusi Mental digelar di lapangan upacara nusantara, Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Subang Provinsi Jawa Barat sekitar pukul 17.01 WIB. Revolusi mental merupakan suatu pembaharuan dan terus berlanjut secara berkesinambungan di dalam hati setiap diri manusia.
Pejabat yang mengikuti diklat diharapkan mendapat cahaya Tuhan. Menurut Gubernur, kalau cahaya Tuhan masuk ke dalam diri manusia, maka manusia tersebut akan bekerja secara mandiri atau ikhlas, dan tidak terprovokasi dengan kepentingan sesaat.
“Pejabat akan melahirkan kepentingan besar, dimana institusinya berada. Kaitannya untuk kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.
Revolusi mental selama ini melekat pada Joko Widodo Presiden RI. Sebagaimana pandangan Presiden, revolusi mental dilakukan untuk membenahi mental aparatur sipil negara (ASN). Menanggapi persoalan ini, Gubernur mengatakan, revolusi mental bukan hal baru. Revolusi mental dikolaborasi dengan kondisi dan keadaan sekarang.
Lebih jauh Gubernur menjelaskan, semakin hari mentalitas pegawai sudah mulai terkikis, terutama terhadap rasa nasionalisme. Dengan mengikuti diklat diharapkan ada revolusi mental pejabat, sehingga dapat mengembalikan jati diri. Selain itu diklat ini hendaknya dapat mengubah pola pikir pejabat.
Disinggung mengenai punishment bagi pejabat yang tidak mengubah perilaku dan sikap setelah mengikuti diklat, Gubernur mengatakan sedang memikirkannya. “Saya pikir iya, kita akan memikirkan punishment,” tegasnya.
ID
EN