Berita
Gubernur Praktekan Tradisi Nugal Padi Sawah
KEMUJA – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mempraktekan tradisi nugal –proses menanam benih– padi di lokasi cetak sawah, Desa Kemuja, Kecamatan...
Gubernur Praktekan Tradisi Nugal Padi Sawah
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
KEMUJA – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mempraktekan tradisi nugal –proses menanam benih– padi di lokasi cetak sawah, Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (30/7/2016). Tradisi masyarakat ini kembali diperlihatkan sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.
Usai nugal padi, Gubernur meluangkan waktu berdialog dengan masyarakat petani pada acara Temu Lapangan/Temu Wicara di lokasi tersebut. Kegiatan yang dimotori Bakorluh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kali ini mengusung tema “Penyuluh Berintegritas, Cerdas Untuk Petani Mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat petani untuk meningkatkan produktivitas.
Sejalan dengan program pemerintah provinsi untuk mewujudkan ketahanan pangan, kata Gubernur, telah menjadikan sektor pertanian menjadi salah satu sektor unggulan setelah sektor pariwisata. Sekitar 47 persen kondisi ketahanan pangan masyarakat cukup baik. Namun masih ada 36 persen dalam kondisi rawan pangan dan sekitar 16 persen lebih masuk kategori sangat rawan pangan.
“Tentunya kondisi tersebut sangat jauh dari kondisi yang kita inginkan. Langkah yang perlu dilakukan yaitu opsus, temu wicara dan temu lapangan. Ini menjadi upaya mencari masukan bagi percepatan program ketanahan pangan. Mari kawal program ini, sebab kalau di rumah sudah ada nasi, tinggal mencari lauknya. Minimal kita dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah,” harapnya.
Gubernur mengibaratkan, jika di rumah sudah ada nasi, garam dan kecappun sudah bisa menjadi lauk. Untuk melakukan percepatan ketahanan pangan, terdapat beberapa hal harus segera dikerjakan. Seperti membangun atau memperbaiki kondisi irigasi yang sudah rusak. Untuk melaksanakan langkah-langkah kerja ini diperlukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Sepeninggalan Alm Eko Maulana Ali, jelas Gubernur, terdapat satu program yang belum selesai. Program tersebut yakni penyelesaian pembangunan jembatan Baturusa II. Namun September nanti jembatan akan diresmikan langsung oleh Presiden RI bersamaan dengan peresmian Bandara Depati Amir. Kedatangan Presiden dua kali dalam satu tahun merupakan bentuk koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat.
“Tentunya pembangunan di provinsi ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD yang hanya Rp2,4 triliun. Jangankan untuk mempercepat pembangunan di bidang lain, untuk membeli aspal saja sudah kesulitan. Perlu kebersamaan dalam melaksanakan pembangunan. Jangan sampai kepentingan sendiri merusak kepentingan bangsa,” papar Gubernur.
ID
EN