Berita
Gubernur Paling Suka Dodol Kacang Hijau
Bangka Barat – Sebanyak 51 kuali digunakan masyarakat Desa Penyampak, Kacamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat untuk menggelar Pesta Adat Dodol Bergema,...
Gubernur Paling Suka Dodol Kacang Hijau
Rizky Fitrajaya/Huzari
Dinas Kominfo
9 tahun yang lalu
Bangka Barat – Sebanyak 51 kuali digunakan masyarakat Desa Penyampak, Kacamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat untuk menggelar Pesta Adat Dodol Bergema, Selasa (10/5/2016). Suasana panas dari tungku api dan asap saat warga memasak dodol, membangkitkan memori Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya semasa kecil kerapkali Gubernur melakukan aktivitas membuat makanan ini.
“Saya sebetulnya pembuat dodol. Semasa SMA, nenek saya sering membuat dodol. Jadi kalau tidur di rumah nenek, sekitar pukul setengah enam sudah begini kegiatannya. Membuat dodol tak asing lagi bagi saya. Setelah nenek meninggal, tidak lagi membuat dodol. Ada dodol kacang hijau, dodol labu, dodol ketan dan dodol agar-agar. Saya paling suka dodol kacang hijau,” ungkapnya saat ditemui di lokasi Pesta Adat Dodol Bergema.
Pesta adat ini merupakan salah satu kegiatan penunjang pengembangan sektor pariwisata di Bangka Belitung. Gubernur mengatakan, pesta adat seperti ini mempunyai ciri tersendiri, sehingga bisa dijadikan event tahunan. Wisatawan bisa melihat pesta pembuatan dodol, karena jika hanya mengandalkan wisata pantai, hampir semua daerah mempunyai pantai. Selain itu wisatawan juga bisa menyaksikan sedekah ruah, perang ketupat hingga mandi belimau.
Lebih jauh Gubernur mengatakan, pesta dodol ini menunjukan kekompakan masyarakat. Sebab masyarakat bisa bersama-sama dan secara bergantian membuat dodol tersebut. Untuk membesarkan kegiatan ini, tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Seperti halnya ketika Bangka Belitung menggelar Triathlon Sungailiat beberapa waktu lalu. Dampaknya cukup banyak, karena kegiatan ini bisa menunjang dan membangkitkan industri rumahan.
Masyarakat Bangka Belitung juga dapat memperkenalkan wisata kuliner kepada wisatawan. Sebagaimana diketahui, untuk membuat dodol membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam. Adonan yang terdiri dari gula, ketan dan santan ini harus selalu diaduk hingga mengental. Untuk mendapatkan 15 kilogram dodol dengan rasa gurih, membutuhkan gula sembilan kilogram, kelapa 21 butir, beras ketan sekitar tiga kilogram.
Ditetapkan Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, menunjukan kemajuan pengembangan sektor pariwisata. Gubernur menjelaskan, ke depan setidaknya pemerintah Bangka Belitung harus menyiapkan 1000 hektare lahan sebagai lokasi KEK lainnya. Beberapa daerah yang prospektif dipilih untuk pengembangan yaitu, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
“Semua SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus mendukung pengembangan sektor pariwisata. Karena sektor ini merupakan salah sektor unggulan ke depan, sehingga dengan berkembangnya sektor pariwisata dapat menarik investor untuk berinvestasi,” harapnya.
Anggaran Diperbesar
Menyinggung mengenai dukungan pemerintah terhadap kegiatan adat, Gubernur menegaskan, pendanaan untuk menunjang kegiatan adat bisa dititipkan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Hal tersebut untuk menjaga agar terjadi keseimbangan antara program unggulan dengan penganggaran. Hendaknya anggota dewan dapat memaklumi jika anggaran pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata lebih besar dari anggaran SKPD lain.
“Ini dikarenakan, program unggulan kita sektor pariwisata. Anggaran untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa naik sekitar 20 persen dari anggaran sebelumnya. Jika anggaran sudah besar harus bisa dibelanjakan, dan akan dilakukan evaluasi mengenai penyerapan anggaran tersebut,” kata Gubernur.
ID
EN