Berita
Gubernur Janji Sediakan Kebutuhan Penyuluh
KEMUJE – Keluhan penyuluh mengenai masih minimnya sarana dan prasarana pendukung mendapat apresiasi positif dari Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka...
Gubernur Janji Sediakan Kebutuhan Penyuluh
Rizky Fitrajaya/Huzari
Diskominfo Babel
9 tahun yang lalu
KEMUJE – Keluhan penyuluh mengenai masih minimnya sarana dan prasarana pendukung mendapat apresiasi positif dari Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Sebab peran dan fungsi tidak dapat maksimal tanpa ada fasilitas pendukung memadai. Berangkat dari persoalan tersebut, diharapkan penyuluh menginventarisir kebutuhan dan selanjutnya disampaikan melalui proposal.
Sarwani Penyuluh di Kabupaten Bangka mengatakan, penyuluh siap mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu akan selalu siaga melaksanakan, mendampingi petani. Namun penyuluh merasa resah mendengar selentingan kabar mengenai kelembagaan penyuluh yang bakal dihilangkan.
Selain itu terdapat persoalan pemberdayaan penyuluh. Ia menjelaskan, banyak balai-balai penyuluh sudah mulai rusak. Diharapkan ada perhatian pemerintah untuk memberikan fasilitas yang layak, terutama melakukan perbaikan sejumlah balai yang mengalami kerusakan. Tak hanya itu, fasilitas penyuluh pun masih kurang.
“Sebagai penyuluh, kami mengharapkan kelembagaan penyuluh tetap ada dan sarana dan prasarana penyuluh ditingkatkan. Sementara ini, penyuluh di lapangan berinovasi menciptakan peralatan menggunakan biaya sendiri,” jelasnya saat Temu Lapangan/Temu Wicara bertajuk “Penyuluh Berintegritas, Cerdas Untuk Petani Mandiri di lokasi cetak sawah Desa Kemuja, Kabupaten Bangka, Sabtu (30/7/2016).
Gubernur mendukung keinginan penyuluh. Ia mengharapkan agar penyuluh tetap mempunyai kelembagaan sendiri. Sebab penyuluh mempunyai peran penting dalam membantu melakukan percepatan program nawacita. Keberadaan penyuluh di lapangan menjadi basic kuat bagi pengembangan program ketahanan dan kedaulatan pangan.
“Pemerintah provinsi akan menyampaikan aspirasi ini ke tingkat pusat, agar kelembagaan penyuluh tetap dipertahankan. Sedangkan mengenai fasilitas balai, diharapkan ada proposal mengenai balai daerah mana saja yang mulai rusak dan perlu diperbaiki. Saya tidak mengetahui semua kondisi semua di lapangan, jadi bapak-bapak tolong informasikan kepada saya,” tegasnya Gubernur.
Sementara Suharso petani asal Kabupaten Bangka Selatan menjelaskan, bekerja sebagai petani bukan sampingan. Melainkan sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Namun patani kerapkali menghadapi kendala seperti, banjir dan kekeringan. Jika curah hujan banyak, lahan terancam digenangi air. Sedangkan jika musim kemarau, petani kesulitan mendapatkan air untuk persawahan.
“Kami mengharapkan ada bantuan pengadaan bendungan atau irigasi. Sementara ini, sudah sekitar lima ton per bulan produksi padi dari Kabupaten Bangka Selatan diangkut ke Pangkalpinang. Untuk itu, kami sangat mengharapkan pemerintah memperkuat sarana dan prasarana petani,” ungkapnya.
Mengenai pembangunan bendungan, Gubernur mengatakan, sudah ada alokasi dana pembangunan bendungan di lahan seluas enam hektare. Hendaknya masyarakat dapat melakukan pengawalan terhadap proses pembangunan bendungan tersebut. Selain berfungsi sebagai irigasi persawahan, bendungan ini juga berfungsi menampung limpahan air. Sehingga ke depan persoalan banjir dapat teratasi.
“Bangka Selatan bisa dijadikan daerah swasembada pangan serta pengembangan peternakan. Sebab di Kabupaten Bangka Selatan sangat memungkinkan mengembangkan sektor tersebut. Ini juga merupakan rekomendasi tim nawacita yang sempat turun ke Bangka Belitung. Pemerintah provinsi sudah membuat gerakan untuk percepatan pembangunan,” jelasnya.
ID
EN