Berita
Gubernur Ajak Masyarakat Perantau Membangun Babel
Bandung – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat di perantauan ikut membangun Babel. Pasalnya berada di perantauan bukan berarti...
Gubernur Ajak Masyarakat Perantau Membangun Babel
Imelda Ginting
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Bandung – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat di perantauan ikut membangun Babel. Pasalnya berada di perantauan bukan berarti tidak bisa memberi kontribusi terhadap daerah. Masyarakat Babel yang sudah menjadi tokoh dan pejabat dapat memberi sumbangsih bersama membangun Bangka Belitung.
"Saya mengajak masyarakat di perantauan bersama-sama memberikan sumbangsih, baik ide dan pemikiran. Ini dapat menjadi pondasi pembangunan Bangka Belitung,” jelasnya saat acara halalbihalal keluarga besar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama masyarakat perantau Bangka Belitung, di Bumi Samami Tubagus Ismail Dago, Bandung, Minggu (2/8/2015).
Acara halalbihalal dan silaturahmi kali ini mengusung tema “Melalui Halalbihalal Kita Tingkatkan Semangat Kebersamaan dan Persatuan Masyarakat Bangka Belitung di Perantauan serta Ikut Berpartisipasi dalam Membangun Daerah”. Sebagaimana diketahui, tradisi halalbihalal sudah menjadi kegiatan tahunan. Namun baru kali ini digelar di Bandung, pasalnya tahun-tahun sebelumnya di Jakarta. Rencananya tahun depan kegiatan ini dilaksanakan di daerah lain seperti di Yogyakarta atau Palembang.
"Saya sangat senang dan bersyukur dalam bulan Syawal ini kita dapat berkumpul bersama, bersilaturahim. Dengan semangat kebersamaan kita bangun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ajak Gubernur.
Kegiatan silaturahim ini bisa menambah dan memperkokoh hubungan masyarakat Bangka Belitung di perantauan. Ia menambahkan, terdapat beberapa kebijakan pemerintah mengenai kewilayahan serta regulasi pertambangan. Ini sangat membutuhkan pemikiran dan pemahaman untuk dituangkan dalam kebijakan, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.
“Pemerintah sangat berharap masyarakat bersama pemerintah dapat saling mendukung percepatan di berbagai bidang, seperti sektor pertanian, perkebunan, pariwisata serta sektor pendukung lainnya," ungkapnya.
Gubernur mengatakan, pembangunan jalur transportasi laut dan udara juga menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini sedang memperjuangkan agar Bandara Depati Amir di Pangkalpinang dan Bandara Hanandjoedin di Tanjungpandan dapat menjadi bandara internasional.
Tak hanya itu, sebab percepatan pembangunan juga dilakukan pada Pelabuhan Tanjung Batu di Kabupaten Belitung dan Pelabuhan Tanjung Ular di Kabupaten Bangka Barat. Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Tanjung Batu telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo bulan Juni lalu.
Melemahnya kondisi perekonomian juga mendapat perhatian Gubernur. Ia mengharapkan agar masyarakat tetap semangat dan bersatu menghadapi kondisi perekonomian ini. Bukan hanya Bangka Belitung merasakan kondisi ini, sebab kondisi ini sudah menglobal. Melemahnya nilai tukar rupiah diikuti penurunan harga komoditas sawit dan karet.
“Saya harap kita dapat belajar dari Korea Selatan saat menghadapi krisis. Semangat dan pantang menyerah harus dikedepankan," tegasnya.
Tak Lepas Tanggung Jawab
Hal senada disampaikan Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, MA. Tokoh masyarakat putra daerah Bangka Belitung ini meyakinkan keanekaragaman bukan penghalang dalam membuat komitmen bersama membangun dan memajukan Bangka Belitung. Masyarakat perantauan tidak dapat lepas dari rasa tanggung jawab untuk ikut membangun daerah.
“Adanya kesinambungan dan koordinasi matang merupakan wadah untuk menyumbangkan pemikiran serta ide untuk dituangkan dalam regulasi pembangunan nantinya,” jelasnya.
Menurut Hamid, komunikasi yang berkesinambungan antara pemerintah provinsi dengan masyarakat perantaun harus tetap dijaga. Masukan masyarakat perantau dalam data base, sehingga memudahkan untuk ikut serta dalam membangun daerah.
“Masyarakat yang sudah berhasil tidak melupakan darimana berasal dan tetap menjaga nilai budaya melayu Bangka Belitung di perantauan,” harapnya.
Acara ini mengobati kerinduan masyarakat Bangka Belitung di perantauan. Pasalnya sejumlah makanan khas dan seni budaya melayu meramaikan acara. Panitia memberi kesempatan kepada masyarakat menjual berbagai macam makanan di area bazar.
Selain itu, pemerintah kabupaten menyediakan berbagai macam makanan dan dapat dinikmati secara gratis. Pergelaran seni Dincak dan Dambus dipersembahkan Sanggar Melayu Titian Muhibah Bangka Belitung serta Sanggar Serumpun Sebalai Anjungan Daerah Bangka Belitung.
ID
EN