Berita
Enam Kelompok Pengeluaran Pengaruhi Angka Inflasi
Pangkalpinang – Peningkatan harga ditunjukan naiknya indeks enam kelompok pengeluaran menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di Kota Pangkalpinang....
Enam Kelompok Pengeluaran Pengaruhi Angka Inflasi
Surianto
Dinas Kominfo
10 tahun yang lalu
Pangkalpinang – Peningkatan harga ditunjukan naiknya indeks enam kelompok pengeluaran menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di Kota Pangkalpinang. Sejumlah kelompok tersebut di antaranya, kelompok bahan makanan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau; kelompok perumahan, air listrik; kelompok sandang; kelompok kesehatan serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, Juli lalu Kota Pangkalpinang mengalami inflasi 3,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada diangka 121,65. Padahal bulan sebelumnya, mengalami deflasi 0,14 persen dengan IHK 117,90. Inflasi terjadi karena ada peningkatan harga yang ditunjukan naiknya indeks kelompok bahan makanan sebesar 7,89 persen.
“Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 2,08 persen, perumahan, air, listrik sebesar 0,23 persen, sandang 0,69 persen, kesehatan sebesar 0,01 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan juga naik 4,91 persen,” jelasnya saat jumpa pers, di ruang pertemuan Kantor BPS Babel, Senin (3/8/2015).
Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga stabil dan tak memberikan andil. Lebih jauh ia memaparkan, seluruh komponen memberikan andil inflasi pada Juli lalu. Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,68 persen, komponen bergejolak sebesar 1,41 persen, serta komponen yang harganya diatur pemerintah juga sebesar 1,09 persen.
Komponen bahan makanan pada Juli 2015 mengalami inflasi sebesar 7,89 persen. Ia menambahkan, sepuluh dari sebelas subkelompok bahan makanan di bulan ini mengalami inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok ikan segar sebesar 26,69 persen. Ikan segar ini antara lain ikan kembung, ikan kerisi, ikan tenggiri, dan udang basah. Sedangkan subkelompok yang deflasi hanya subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 1,18 persen.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu bawang merah, daging ayam ras, terasi udang, jeruk, kepiting, sosis daging ayam, kunyit, susu untuk bayi, sepeda motor, dan emas perhiasan. Menurutnya, Inflasi tahun kalender, Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,30 persen dan sejalan dengan kota Tanjungpandan mengalami deflasi 0,72 persen.
“Palembang dan DKI Jakarta mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,09 persen dan 0,98 persen. Inflasi tahun ke tahun (Mei 2015 terhadap Mei 2014), Pangkalpinang 6,12 persen, Tanjungpandan 8,28 persen, Palembang 7,39 persen dan DKI Jakarta 7,59 persen,” paparnya.
ID
EN