Berita
DesTIKa Menuju Desa Berdaya dan Mandiri
Beltim – Desa bekerja, desa terlibat, dan desa mandiri berarti desa yang memanfaatkan TIK akan menjadi desa yang berdaya dan maju. Desa...
DesTIKa Menuju Desa Berdaya dan Mandiri
Surianto
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
Beltim – Desa bekerja, desa terlibat, dan desa mandiri berarti desa yang memanfaatkan TIK akan menjadi desa yang berdaya dan maju. Desa harus mempunyai link (jaringan) data. Sehingga potensi desa dapat dikembangkan. Selain itu Desa TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Lenggang nanti harus menjadi ‘virus’ bagi desa-desa lain agar bisa berkembang lebih maju mempromosikan desa masing-masing.
Demikian disampaikan Basuri T Purnama Bupati Belitung Timur (Beltim) saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kegiatan DesTIKa 2015 di ruang Rapat Bupati Beltim, Jumat (27/3/2015). “Lewat TIK, potensi daerah dipromosikan. Tanpa TIK dan sistem informasi yang baik mustahil terwujud,” tegasnya.
Festival DesTIKa sebuah festival TIK rakyat perdesaan untuk menggerakkan partisipasi komunitas desa melalui pemanfataan TIK secara cerdas, kreatif dan produktif. Ia menambahkan, desa yang telah menggunakan TIK telah terintegrasi dengan sistem informasi, sehingga memudahkan mengontrol kemajuan desa dan potensi desa.
Rakor Festival DesTIKa kali ini bertujuan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. Bupati berharap semua pihak terlibat demi menyukseskan acara. Sehingga semua persiapan harus dilakukan dengan baik. Upayakan menjadi tuan rumah yang baik untuk mempromosikan potensi Beltim.
“Acara DesTIKa ini membuat Beltim semakin terkenal. Namun tanpa ada SIM dan internet, kita hanya mimpi melakukan semua ini,” ungkapnya.
Septriana Tangkary Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI berharap bantuan dari kementerian dapat membangun, menggali potensi desa. Pembangunan negera dimulai dari desa, dan ini masuk dalam Nawa Cita ketiga. Festival DesTIKa mengambil lokasi replika sekolah dasar Laskar Pelangi. Tema DesTIKa kali ini, desa bekerja, desa terlibat, desa mandiri.
“Tema ini berarti masyarakat desa bersemangat untuk menunjukan potensi desa masing-masing, menunjukan keahlian dan produktivitas desa,” jelasnya.
Saat acara berlangsung akan ada peluncuran skuadrone desa. Skuadrone desa merupakan tim drone (pesawat tanpa awak) berperan melakukan pemetaan potensi, batas desa dan semua potensi desa sebagai data penting untuk perencanaan pembangunan desa dan kawasan.
“Ini salah satu peran DesTIKa, contohnya ada demo bagaimana SDM lokal Desa Lenggang mampu menguasai teknologi drone desa dan memanfaatkannya untuk memetakan dan mengenali desa secara akurat. Hasil ini bisa disaksikan langsung,” tambahnya.
Festival DesTIKa kali ini yang ketiga kalinya. Ia menjelaskan, pertama telah dilakukan di Banyuwangi dan kedua di Majalengka tepatnya tahun 2014. Festival DesTIKa merupakan kerja sama antara Kominfo, Pemda, Gerakan Desa Membangun, BP2DK, Pandi, Gedhe Foundation, dan relawan TIK.
Program desa membangun merupakan program pemerintah yang masuk Nawa Cita Presiden Jokowi. Sesuai amanat UU Desa Pasal 86 menerangkan TIK berperan dalam membangun desa. Festival DesTIKa 2015 berguna menyamakan persepsi tentang membangun desa.
Persepsi tersebut di antaranya, tata kelola pemerintahan desa berbasis TIK dan bagaimana membangun dari desa. Peningkatan sinergitaas program kerja antara pusat, pemda, pemdes, dan pemberdayaan relawan, promosi potensi desa, dan pembentukan desa-desa inspiratif sebagai pelopor.
“Dengan TIK dan aplikasi desa, kita bisa mengontrol desa dengan baik. Pemerintah juga akan menyiapkan sekitar 4000 desa yang mempunyai fasilitas internet,” paparnya.
Rencananya Festival DesTIKa 2015 kali ini dihadiri perwakilan seluruh Dinas Komunikasi dan Informatika seluruh Indonesia dan sekitar 39 desa TIK. Mengenai penginapan, seluruh peserta diinapkan di rumah warga, sehingga peserta bisa saling berbagi informasi. Usai rakor dilanjutnya meninjau lokasi pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan Festival DesTIKa 2015
Desa Lenggang dijadikan desa inspiratif
Peluncuran sistem informasi desa dan kawasan (sideka)
Peluncuran satuan kerja unit drone desa (skuadrone desa)
Aplikasi nelayan pusat kreatif dan produktif masyarakat pesisir dengan memberikan computer kepada masyarakat pesisir
Pengembangan SDM
Pameran potensi desa
Pentas seni dan budaya
ID
EN