Berita
Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Bersama Ketua TP-PKK Babel
PANGKALPINANG — Tawa nyaring menggema di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (21/7/2026). Ternyata tawa dengan...
Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Bersama Ketua TP-PKK Babel
Yudhistira
Dinas Kominfo
0 detik yang lalu
PANGKALPINANG — Tawa nyaring menggema di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (21/7/2026).
Ternyata tawa dengan penuh keseruan itu bersumber dari ratusan siswa tiga Sekolah Dasar (SD) di Kota Pangkalpinang, yakni SD Negeri 21, 52 dan 58, yang merupakan peserta kegiatan Pembinaan Literasi, yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Babel.
Momen yang dihadirkan TP-PKK Babel ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sekaligus implementasi program TP-PKK Babel, yakni Bertumbuh Aktif Bersama Bunda Noni (Beraksi).
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta dapat merasakan pengalaman yang sama, dimana panitia membagi anak-anak ke dalam 10 kelompok. Masing-masing kelompok peserta, didampingi kader TP-PKK Babel yang memandu mereka memainkan tiga permainan tradisional, yakni bola bekel, congklak, dan ular tangga.
Saat permainan berlangsung, sorak sorai peserta dan suara riuh penonton, dapat mengalahkan suara notifikasi telepon pintar atau bunyi gim digital yang paling booming saat ini. Mereka seolah lupa pada gawai (gadget) yang mungkin sangat akrab di genggaman tangan mereka sehari-hari.
Tak hanya itu, mata mereka, fokus ke papan ular tangga, biji-biji congklak yang berpindah dari satu lubang ke lubang lain, serta bola bekel yang melambung kecil sebelum ditangkap kembali dengan cekatan.
Di tengah antusiasme yang terus menghangat itu, perhatian peserta dan penonton pun tertuju kepada Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani yang juga turut serta bermain congklak bersama salah satu kelompok peserta (siswa SD, red).
Kehadiran Noni Hidayat di tengah-tengah peserta, membuat suasana kian cair. Anak-anak tampak antusias bermain congklak bersama Noni Hidayat.
Tak ada wajah murung ketika kalah. Yang muncul justru gelak tawa dan semangat untuk mencoba lagi.
Permainan sederhana itu, tanpa sadar telah mengajarkan anak-anak tentang kesabaran, kerja sama, sportivitas dan keberanian berinteraksi.
Usai bermain, Noni Hidayat melempar pertanyaan sederhana ke peserta. "Tadi main apa?," tanya Noni Hidayat.
"Bola bekel, ular tangga, congklak," jawab anak-anak serempak.
Noni kembali melempar pertanyaan. "Seru gak?," tanya Noni Hidayat lagi.
"Seru...," jawab mereka lebih lantang.
Bagi Noni, jawaban spontan itu menjadi tanda bahwa permainan tradisional belum kehilangan daya tariknya. Anak-anak hanya membutuhkan ruang untuk mengenal dan memainkannya kembali.
"Alhamdulillah, kami di sini sama-sama untuk merayakan HAN ke-42. Permainan tradisional ini dimainkan, untuk mengingatkan anak-anak, memberikan semangat, bahwa di Indonesia begitu banyak permainan tradisional," ujarnya.
Noni menyampaikan sangat penting mengetahui dan memainkan permainan tradisional seperti zaman orang tua kita yang tidak ada gadget dan hanya bermain permainan tradisional bersama teman-teman.
Pernyataan Noni Hidayat di atas terasa sederhana, tapi relevan dengan kehidupan anak-anak hari ini.
Di tengah dunia yang semakin dipenuhi layar gawai dan pesatnya kemajuan teknologi, permainan tradisional menawarkan sesuatu yang tak dapat digantikan oleh gawai, tatap muka, kerja sama, tawa yang lahir secara spontan dan persahabatan yang tumbuh lewat interaksi langsung.
Perpusda Babel tidak hanya menjadi tempat menumbuhkan minat literasi, tapi dapat berubah menjadi ruang yang mempertemukan anak-anak dengan sebagian kecil kenangan masa kecil orang tua mereka.
Bekel, congklak dan ular tangga, bukan sekadar permainan lama, melainkan juga sebagai pengingat, bahwa kebahagiaan anak sering kali hadir dari hal-hal yang paling sederhana.
ID
EN