Berita
Basuri Berusaha Membangun Sektor Wisata
Belitung Timur – Basuri Purnama Bupati Belitung Timur terus berupaya membangun sektor pariwisata. Upaya tersebut tak dilakukan sendiri, sebab koordinasi terus...
Basuri Berusaha Membangun Sektor Wisata
Rizky, Huzari
Dinas Kominfo
11 tahun yang lalu
Belitung Timur – Basuri Purnama Bupati Belitung Timur terus berupaya membangun sektor pariwisata. Upaya tersebut tak dilakukan sendiri, sebab koordinasi terus dibina dengan Bupati Belitung dan pihak pemerintah provinsi. Berdiri megah Kelenteng Kelapa Kampit yang dapat menjadi destinasi wisata religi ini merupakan buah kerja keras.
“Koodinasi antara Kabupaten Belitung dengan Belitung Timur terus dilakukan, sehingga segala kebijakan yang diambil dapat saling menunjang,” jelasnya saat peresmian Kelenteng Fu De Ci, Kelapa Kampit, Belitung Timur, Jumat (9/1/2015).
Selama empat tahun menjadi bupati, Basuri merasa agak kesulitan untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kelapa Kampit. Pasalnya kawasan yang akan dikembangkan masih bermasalah dengan keberadaan hutan lindung, sedangkan sumber air panas masih terkait persoalan dengan pihak swasta.
Namun berkat kerja keras pengurus yayasan kelenteng dapat membangun tempat ibadah yang juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata. Menurut Bupati, wisata religi di Kelapa kampit ini tak hanya kelenteng. Sebab ada Islamic Center yang sudah selesai dibangun, dan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan dibangun pesantren.
Untuk menunjang sektor wisata, jelas Bupati, Pemda Belitung Timur telah menyiapkan dua bus yang dapat mengangkut pelancong dari bandara menuju Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Selama dua jam sekali, bus tersebut akan melintasi kawasan-kawasan wisata, sehingga dapat memudahkan wisatawan.
“Kalau program ini sukses, program akan dilanjutkan. Dan mungkin dari pemerintah provinsi dapat membantu pengadaan busnya. Sehingga seluruh kawasan wisata di Belitung Timur dapat dilewati bus pariwisata,” harapnya.
Hal senada disampaikan Afa, Ketua Yayasan Kelenteng Fu De Ci, Kelapa Kampit, Belitung Timur. Ia menjelaskan, keberadaan kelenteng ini sudah ada sejak 150 tahun lalu bertempat di Buding, lalu pindah ke Kelapa Kampit. Seiring waktu, keberadaan kelenteng sempat tiga kali direnovasi dan sempat juga terbakar. Pembangunan kembali kelenteng ini telah dilakukan sejak 21 Maret 2010.
“Pembangunan kelenteng ini berkat kerja sama dan kerja keras berbagai pihak dari wilayah Belitung maupun dari luar daerah. Biaya yang dihabiskan untuk membangun kelenteng ini sekitar Rp7 miliar. Semoga keberadaan kelenteng ini dapat mendukung pengembangan sektor wisata di Belitung Timur,” jelasnya.
ID
EN