Logo Babel
Bahaya TB!
Bahaya TB!
Bahaya TB!

Pangkalpinang – Tuberkulosis (TB)! Penyakit ini sangat berbahaya dan menular. Masyarakat dihimbau untuk tau gejala dan bagaimana cara penularannya. Penyakit...

Bahaya TB!

Fajrina Andini

Dinas Kominfo

10 tahun yang lalu

Pangkalpinang – Tuberkulosis (TB)! Penyakit ini sangat berbahaya dan menular. Masyarakat dihimbau untuk tau gejala dan bagaimana cara penularannya. Penyakit yang disebabkan oleh kuman micobacterium tuberculosis dapat menular pada setiap orang. Dan penanganan penyakit ini sangat memerlukan pemikiran, biaya, komitmen dan penanganan yang maksimal.

“Menular pada setiap orang tanpa memandang umur, latar belakang pendidikan, agama, ras. Dan bukan penyakit turunan ataupun guna-guna,” tegas drg. Mulyono Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka acara Briefing Media terkait isu pengendalian TB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Puncak, Jumat (11/12/2015).

Mulyono juga memaparkan gejala dari penyakit ini, batuk berdahak terus menerus selama dua minggu atau lebih, demam, berkeringat tanpa sebab pada malam hari, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, batuk dengan dahak bercampur darah dan nyeri dada.

“Sumber penularan dari pasien TB BTA (Basil Tahan Asam) positif melalui percikan dahak, dimana pada waktu batuk atau bersin pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan,” paparnya.

Lebih jauh Mulyono mengatakan angka penemuan kasus TB (CDR/Case Detection Rate) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari tahun ke tahun belum pernah mencapai target nasional.

“Untuk CDR minimal 70 persen, pada tahun 2014 angka penemuan kasus sebesar 39,8 persen (866 kasus), kalo berdasarkan estimasi perkiraan BTA positif di Bangka Belitung tahun 2014 sekitar 2176 kasus, berarti maish ada 60,2 persen kasus yang belum ditemukan dan belum diobati,”  jelasnya.

Sedangkan kasus TB yang ditemukan berdasarkan semua kasus (CNR/Case Notification Rate) pada tahun 2014 hanya sebesar 1358 kasus (99,84) per 100.000 penduduk bila dibandingkan dengan tahun 2013 1491 kasus (111,29) per 100.000 penduduk. Dimana target CNR harusnya ada kenaikan setiap tahunnya sebesar lima persen jelas Mulyono.

Lebih jauh Mulyono mengatakan kasus koinfeksi TB – HIV cenderung meningkat, kasus baru HIV – AIDS pada tahun 2014 sebesar 204 kasus. Sedangkan orang yang diskrining TB – HIV sebesar 417 kasus dan yang koinfeksi TB – HIV sebesar 183 kasus (43,8%).

“Saat ini sudah bermunculan kasus TB Kebal Obat (TB MDR/Multi Drugs Resistance) atau kekebalan ganda terhadap obat, dimana biaya pengobatan sangat mahal, pengobatannya lebih lama dan efek samping yang sangat tinggi,” katanya.

Sejak Juli 2013 di Bangka Belitung, Rumah Sakit Depati Hamzah Kota Pangkalpinang menjadi RS Rujukan TB MDR. Dan sampai saat ini sudah 42 kasus TB Kebal Obat yang sudah ditangani. Terdapat 5 pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan selama 18-24 bulan. Sedangkan kasus TB – DM (Diabetes Melitus) sudah ditemukan di Bangka Belitung yang memerlukan penanganan secara khsusus.

Sumber
Dinas Kominfo
Penulis
Fajrina Andini
Editor
Fotografer
Suci Lestari